Pelajar asal Palu yang terkena gempa (Istimewa)

Kebahagiaan Kakak Beradik Asal Palu yang Bisa Bersekolah di Depok Usai Gempa

Posted on 998 views
DepokNews- Kakak adik Sri Selvi Cania atau Ica kelas VIII dan Hesti Dwi Chania (12 tahun) kelas VII. Pelajar SMP asal Palu Sulawesi Tengah yang sekolahnya hancur karena gempa, kini bisa melanjutkan sekolahnya kembali. Pasalnya dirinya berkesempatan sekolah di SMPN 26 Depok.
“Saya merasa senang karena bisa sekolah lagi. Alhamdulillah, masih ada yang mau nerima saya,” ujar Ica.
Dirinya menceritakan sudah sampai di Depok sejak seminggu lalu. Ia mengaku dari Palu naik kapal TNI hingga ke Makassar.
“Dari situ saya naik Hercules. Alhamdulillah sampai juga di Depok,” paparnya.
Ia berharap bisa segera beradaptasi dengan siswa lain dan segera sembuh dari trauma gempa lalu. “Semoga disini saya banyak dapat teman dan bisa terus  belajar. Saya ingin terus sekolah,” pungkasnya.
Orangtua Ica, Hendrizal (41) mengaku datang ke Depok ingin menghilangkan trauma. Kebetulan dirinya memiliki saudara ipar yang tinggal di Depok.
“Ipar saya orang sini (Depok-red).  Alhamdulillah anak saya diterima  di sekolah ini tanpa persyaratan apapun,” katanya.
Ia menuturkan pasca kejadian gempa Palu, Hendrizal dan anak-anak nya tidak ingin kembali ke Palu. “Saya ingin ucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang mau nerima.  Anak saya tidak ingin ke Palu lagi. Saat ini kami tinggal di Beji Kramat bersama ipar,”tuturnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 26 Antony mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok terkait penerimaan siswa asal Palu.
“Beberapa waktu lalu memang ada orang tua yang datang ke sekolah. Katanya dari Palu. Kami sudah melihat dokumen nya. Ternyata hanya ada dokumen surat keterangan hasil ujian yang dia miliki. Kami tanya lebih lanjut, ternyata memang dari Palu,” paparnya.
Dirinya menjelaskan pihaknya tidak langsung menerima siswa tersebut, melainkan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok.
“Kami menerima siswa tersebut karena masih ada kuota kelas tujuh dengan delapan. Status anak tersebut adalah siswa titipan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan proses penerimaan secara administratif siswa asal Palu memang darurat. Pihaknya juga menyediakan seragam sekolah gratis begitu pula dengan buku.
“Untuk buku kami memang sediakan bagi siswa terkena bencana. Kami berharap bagi siswa asal Palu ini mendapat kejelasan dari  Direktorat Kemendikbud. Ini sifatnya sementara atau selamanya disini. Itu juga tergantung orang tua juga. Kalau pun disini sampai mereka lulus akan diterima. Tetapi yang jelas harus ada dasar hukumnya. Makanya kami memerlukan SK dari Direktorat,” tutupnya.(mia)