Koalisi Depok Bangkit (Istimewa)

DepokNews- Menghormati proses internal tiap partai, hingga pertengahan Desember, Koalisi Depok Bangkit (KDB) belum juga melakukan deklarasi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo menegaskan, bahwa deklarsi bukan batal hanya waktunya saja yang diundur. Namun, HTA sapaannya, belum bisa memastikan kapan KDB akan deklarasi.

“Ada satu dua partai yang minta waktu dulu. Masih menunggu proses di internal mereka, masing-masing partai punya aturan, dan kita menghormati itu,” kata HTA, Minggu (15/12/2019).

HTA mengatakan, membangun koalisi untuk deklarasi harus satu pemahaman. Harus ada persepsi yang disamakan, ada tahapan yang harus disatukan sebelum menentukan dengan partai lain untuk berkoalisi.

“Jadi tidak ada itu kata bubar, karena belum deklarasi. Kalau sudah sepakat, dan deklarasi baru boleh dikatakan bubar. Ini belum sepakat masa mau bubar, sudah ada penandatangan baru bisa bubar,” tukasnya.

Sementara itu Sekjen Partai Golkar Tajudin Tabri mengaku masih menunggu undangan untuk deklarasi KDB. Rencananya pekan depan, namun dikabarkan tidak jadi.

“Persiapannya belum maksimal, hanya masalah teknis saja. Deklarasi nanti kami melibatkan tiga ribu massa dari partai pendukung, jadi harus matang,” ungkapnya.

Tajudin melanjutkan, pihaknya tetap pada komitmen awal mendukung Pradi Supriatna sebagai Calon Wali Kota Depok. Sedangkan Ketua Golkar Depok Farabi, sesuai dengan Musda Partai Golkar, harus menjadi bagian dari eksekutif di Kota Depok.

“Pak Farabi jadi eksekutif, terlepas jd wakil atau wali kota. Namun, saat ini masih dalam kategori tentatif, karena belum ada penandatanganan akan hasil keputusan di KDB,” tutup Tajudin.(mia)