Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian pada Jumat (16/3) bersilathurahmi ke rumah Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Atthos,

DepoKNews–Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian pada Jumat (16/3) bersilathurahmi ke rumah Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Atthos, di Jalan Karya Bakti RT 001  RW 06, Kelurahan Tanah, Kecamatan Beji Beji, Kota Depok.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan mengatakan kegiatan
merupakan dalam bentuk silahturahmi dengan ulama dan umaro.

Dalam menjaga perdamaian NKRI, ulama ikut berperan dalam mendoakan negara ini selalu aman dan kondusif.

Polri bersama dengan ulama dan tokoh agama mencoba membangun bersama masyarakat yang sejahterah.

“Sebagai anggota Polri kami tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga Kamtibmas. Dengan dukungan para tokoh masyarakat, agama dan ulama insya Allah negara kita dapat terbangun masyarakat yang sejahtera,” tuturnya.

Kapolri juga meminta doa kepada seluruh ulama dapat mendukung tugas polri untuk diberikan kekuatan dan dilindungi.

“Lewat para ulama membantu tugas kami di Polri dalam menyampaikan pesan peduli terhadap menjaga keamanan NKRI.”katanya.

Sementara itu cara bertindak kepolisian, mengenal dengan sistem penyelesaian cara Preentif Strategis Polri keamanan di hulu.

Upaya preentif merupakan sebagai ujung tombok Harkamtibmas Polri, yaitu melakukan sambang pendekatan dengan komponen masyarakat.

Di lokasi yang sama Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Iqbal mengatakan,  silaturahmi ke ulama ini digelar secara serentak di jajaran Polri dari tingkat Kapolri, Kapolda hingga Kapolres.

Tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan diri pada ulama dan umat, sekaligus terus memohon doa supaya tugas-tugas Polri ke depan diberi kekuatan, dilindungi.

Lewat ulama juga bermaksud membantu Polri menyampaikan hal-hal yang positif.
Habib Abubakar berpesan kepada Kapolri untuk terus menjalin hubungan yang baik antara pemerintah dan ulama.

Sementara itu Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Atthos berpesan kepada Kapolri untuk terus menjalin hubungan yang baik antara pemerintah dan ulama.