DepokNews – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan agar ketua rukun warga (RW) untuk membuat data manual terkait jumlah warga yang sudah divaksin. Hal itu dilakukan sebagai upaya sinkronisasi data. Pasalnya masih terjadi ketimpangan data riil dan yang tertera dalam sistem di Kota Depok. ?Saya sampaikan kepada Ketua RW masing-masing agar punya data manual tentang jumlah warga yang sudah tervaksin berdasarkan domisili. Jadi kalau kita klaim disini sudah 80 persen tapi by sistem baru 60 jadi kita ada pertangungjawaban,? kata Kapolda ketika meninjau gerai Vaksin Merdeka 406, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok didampingi Kapolres Metro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar dan Dandim 0508/Depok Kolonel Agus Isrok Mikraj, Selasa (27/9/2021).

Saat ini masih terjadi ketimpangan data antara kondisi riil di lapangan dengan yang tercatat di sistem. Penyebabnya karena banyak warga yang tidak sesuai antara domisili dengan kartu tanda penduduk (KTP). ?Sebenanya secara data riil sudah lebih banyak, hanya yang terdata masih dibawahnya, karena banyak masyarakat domisili Depok tapi KTP Jakarta begitupun sebaliknya,? tambahnya.

Kapolda menyebut aplikasi pencatatan data vaksinasi berdasarkan dengan domisili, sehingga masyarakat Depok yang melakukan vaksinasi di Jakarta atau wilayah lainnya, tidak otomatis tercatat sebagai penerima vaksin. ?Jadi aplikasinya ini by domisili bukan KTP, itu harus disempurnakan,? kata Fadil.

Ditambahkan dengan adanya gerai vaksin merdeka yang digelar di 914 gerai diharap dapat mendongkrak capaian target di wilayah aglomerasi. ?Semoga wilyah aglomerasi dengan vaksinasi merdeka ini yang ada di 914 gerai di wilayah aglomerasi depok bekasi tangerang bisa tercapai 70 persen minimal dosis l? pungkasnya.