TB Hasanuddin saat berkunjung ke Depok (Istimewa)

Kang Hasan Diminta Perhatikan Pedagang Kaki Lima di Depok

Posted on 923 views
DepokNews- Calon Gubernur Jabar dari PDI Perjuangan, TB Hasanuddin diminta Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia (PPKLI) Kota Depok, untuk memperhatikan rakyat kecil, ketika nanti terpilih menjadi pemimpin di Jawa Barat.
Ketua DPD PPKLI Kota Depok, Maryono mengatakan sangat TB Hasanuddin mau mendengarkan aspirasi wong cilik. PPKLI disini bukan mau mengeluh, tapi meminta perhatian dari pemimpin, ketika terpilih sebagai Gubernur Jabar, untuk lebih memerhatikan rakyat.
“Kami minta wong cilik diperhatikan, karena selama ini PKL menjadi sasaran gusuran,” ungkap Maryono beberapa waktu lalu, saat kunjungan TB Hasanuddin ke Depok.

Maryono mengaku, saat SP3 datang ke mejanya, ia terbantu oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo yang juga Ketua DPRD Kota Depok untuk berkomunikasi dengan Satpol PP, sehingga batal penggusurannya.

“Saya sangat bangga dan terbantu, dimana PDI Perjuangan membantu wong cilik. PKL itu wong cilik yang butuh perlindungan,” jelas Maryono.

Ia yakin, ketika Kang Hasan (sapaan TB Hasanuddin) yang lahir dari rakyat akan memperjuangkan rakyat, dan dipilih rakyat sebagai pemimpin Jabar.

“Saya harapkan Kang Hasan, saya mohon sangat sekali untuk memberikan payung hukum untuk PKL. Saya ucapkan terima kasih kepada Pak HTA (Hendrik Tangke Allo) yang membina PKL sehingga tidak digusur,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kang Hasan mengatakan, apa yang disampaikan Maryono merupakan suara rakyat yang harus diperjuangkan. Jika mencari makan saja sudah dipersulit bangsanya sendiri, lalu mau kemana. Tidak mungkin PKL berjualan di luar negeri.

“Yang bisa dilakukan di tempatnya sendiri. Sehingga harus mendapatkan perhatian,” tegasnya.

Kang Hasan berujar, PKL itu juga manusia. Tidak perlu dikejar-kejar seperti maling. PKL hanya mencari makan untuk anak istrinya. Sebab itu, harus ada solusi jika nantinya harus dipindahkan ke tempat layak. Tapi kalau dengan alasan yang macam-macam kemudian diusir harus dipertimbangkan matang-matang.

“Siapa yang akan memberikan makan anak istrinya ketika tidak bisa berjualan dan berkarya. Saya siap mendukung Pak Maryono dan rekan-rekan,” tutupnya.(mia)