Kang Emil dan Kang Uu (Foto: Dok Pri)
DepokNews- Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kami mengklaim memiliki Bupati terbaik se-Indonesia yang bisa mengekspor beras ke Amerika dan Eropa. Hal tersebut sesuai dengan tema Debat Publik kedua di Balairung Universitas Indonesia mengangkat tema meliputi lingkungan hidup, sumber daya alam, energi, pangan, pertanian, kelautan, kehutanan, dan pertambangan.
“Terkait pertanian, saya punya bupati terbaik se-Indonesia (Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum) di bidang pertanian. Satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang mengekspor beras ke Amerika dan Eropa, ada di Tasikmalaya. Solusinya ada di kang Uu,” kata kang Emil sesaat sebelum Debat Publik kedua di Balairung UI, Depok, Senin (14/5/2018).
Sedangkan untuk lingkungan hidup, jika dihubungkan dengan Sungai Citarum, kang Emil mengungkapkan, 5 tahun lalu sungai citarum dijanjikan bisa dapat di minum oleh petahana. Tapi nyatanya malah tidak. Bahkan pada Perpres nomor 15 tahun 2018, selama ini tidak banyak kemajuan.
“Karena sifatnya multi dimensi, tidak hanya limbah, tapi penggerusan tanah-tanah. Jadi memang masalahnya ada di kepemimpinan. Sebab, jika hanya satu dimensi itu urusan dinas. Sedangkan, jika sudah multi dimensi sudah urusan kepemimpinan,” tutur kang Emil.
Untuk pertanian, sambung kang Emil, pihaknya punya program pertanian infus. Jadi nanti bukan disiram tapi diinfus untuk mengkonversi 300 ribu hektare lahan kritis dan nganggur menjadi lahan produktif.
“Insya Allah dengan konsep pertanian infus, lahan pertanian menjadi bertambah dan ini menjadi solusi,” paparnya.
Terkait sertifikasi lahan yang menjadi program pemerintah, kang Emil mengatakan, sebab harus melihat kewenangan, pemberian sertifikat itu ada di BPN. Tapi akan diakselerasi oleh pasangan Rindu.
Selama ini kelemahannya adalah tindakan hukum. Jadi selama ini orang Indonesia kadang hobi melakukan pelanggaran hukum karena tidak ada penindakan hukum.
“Jadi, jika saya memimpin, program jangka pendeknya adalah membasmi mereka yang melanggar hukum,” ucap kang Emil.
Sementara, Cawagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, untuk dapat mengekspor beras ke luar negeri, pertama meningkatkan kualitas beras, terutama beras organik.
“Karena dengan kualitas beras yang baik akan diterima oleh luar negeri,” kata kang Uu.
Kemudian, cara yang dilakukan adalah memberikan kepada para petani agar hasil panennya baik. Sedangkan, seiring menyempitnya lahan pertanian, sambung kang Uu, pihaknya mencetak lahan pertanian baru sekitar 150 hektare di Tasikmalaya.
“Itu yang akan kami lakukan di Jabar Bersama kang Emil,” pungkasnya.(mia)