DepokNews–Ketahanan nasional adalah cita cita kita bersama sebagai warga Indonesia. Dan Ketahanan Keluarga sebagai basis perwujudan cita cita tersebut dimana masalah pemenuhan ekonomi keluarga adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan.

“Kita tidak akan mampu mewujudkan keluarga yang harmonis jika keluarga dinafkahi dengan makanan yang haram. Jangan menuntut anak anak menjadi anak yang patuh pada orangtua kalau masalah halal haram saja tidak kita perhatikan” begitu ungkapan seorang Bapak warga Kompleks Timah.

Maka atas dasar keperdulian itulah maka Muslimat Al Huda mengadakan Kajian Ekonomi Islam pada Sabtu 22 Februari 2020 di aula mesjid Al Huda Tugu .

Puluhan warga memenuhi ruang aula mesjid untuk menyimak Kajian yang berjudul: Riba, Fiqih, Dampak dan Peran Keluarga.

Pembicara pertama yaitu Ust Oni Sahroni, yang juga Ketua Dewan Pengawas LAZNAS IZI, membeberkan tentang apa saja bentuk bentuk riba itu. Dan bagaimana kajian fiqihnya.
Dilanjut pembicara kedua, yaitu Ustadzah Eko Yuliarti, seorang pemerhati masalah keluarga yang juga diamanahi sebagai Ketua Yayasan Rumah Ibu Keluarga.

Eko Yuliarti yang juga mendalami masalah masalah fiqih ini, membahas tuntas tentang bagaimana dampak riba terhadap akhlak seseorang. Dan juga bagaimana dampaknya terhadap RumahTangga yang dibangun.

“Saya bersyukur menghadiri acara ini. Sebab yang tadinya tidak paham tentang riba, tapi setelah menyimak kajian ini..saya jadi paham dan berhati hati.” ujar seorang ibu warga Areman.