Kadis Damkar Imbau Warga Depok Berhati-hati Hindari Kebakaran di Bulan Puasa

Posted on

DepokNews- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok Yayan Arianto mengimbau masyarakat akan bahaya kebakaran yang berpotensi meningkat selama Bulan Ramadan. Potensi kebakaran selama Ramadan bisa meningkat sampai 40 persen.

“Biasanya kebakaran rata-rata 20 kali kejadian per bulan. Pengalaman kami selama Ramadan tahun lalu, kebakaran meningkat sampai 40 persen,” jelas Yayan.

Menurut Yayan, bahaya kebakaran pada Ramadan tahun ini berpotensi meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini terlihat pada Juni-Agustus 2017, memasuki musim kemarau dan cuaca panas yang meningkat.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat edaran pada 15 Mei lalu tentang pencegahan kebakaran selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Kebakaran tidak dapat diduga dan bisa terjadi di mana pun, mulai dari perkantoran, pabrik, gedung bertingkat, rumah kost, permukiman warga, dan rumah kontrakan. Upaya pencegahan menjadi suatu hal yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Potensi kebakaran, sambung Yayan, meningkat selama Ramadan karena penghuni rumah ada yang meninggalkan rumah untuk ibadah.  Kebakaran bisa terjadi karena para penghuni rumah meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan tersambung arus listrik. Belum lagi pada saat musim mudik lebaran. Saat itu kerap penghuni rumah lupa mencabut peralatan listrik mereka.

“Itu yang paling mengancam. Belum lagi penghuni rumah tertidur karena lelah, dan meninggalkan masakan yang mereka masak dalam keadaan kompor menyala,” katanya.

Yayan meminta kepada seluruh masyarakat Kota Depok agar berupaya melakukan pencegahan bahaya kebakaran. Harus berhati-hati dalam penggunaan kompor gas, instalasi peralatan listrik, bahkan petasan.

“Semuanya kalau tidak diperhatikan menjadi potensi kebakaran,” ucap Yayan.

Yayan menambahkan, tahun lalu, di Depok terjadi 327 kebakaran yang menyebabkan 10 orang meninggal. Paling sering terjadi karena hubungan arus pendek listrik yang jumlahnya mencapai 60 persen dari total kejadian kebakaran. Potensi kedua penyebab kebakaran adalah kompor gas yang meledak mencapai 20 persen. Tahun lalu kerugian pun mencapai milyaran rupiah.

“Sisanya penyebab lain seperti membakar sampah dan petasan,” tutup Yayan.(mia)