Jumlah Pembuang Sampah Sembarangan Terus Meningkat Di Kota Depok

Posted on

Depoknews.id, Depok – Efek jera yang diterapkan bagi para pembuang sampah liar di beberapa titik di kota Depok belum maksimal.

Hal ini dapat dibayangkan, pada 2015 lalu terdapat 150 pembuangan sampah liar yang kepergok. Dan 2016 kemarin, angka pelaku pembuang sampah meningkat menjadi 274 pembuang sampah.

Tak ayal, nantinya bagi pembuang sampah yang tertangkap tangan akan di pajang wajahnya dipapan informasi.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kota Depok, Ety Suryahati mengatakan, sesuai dengan peraturan daerah (perda) No16 tahun 2012 mengenai Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Maka hukuman bagi pembuang sampah liar akan dikenakan sanksi tipiring. Sepanjang 2015 ada 150 pembuang sampah liar yang tercatat dan di 2016 menjadi 274.

Oleh karena itu, mungkin supaya jera, nanti yang tertangka akan dipajang wajahnya papan informasi.

“Sepertinya supaya jera tak hanya dikenakan denda saja, tapi akan lebih malu jika wajahnya dipajang,” ujar Kepala DKLH yang dikutip dari Radar Depok (17/1).

Ety menambahkan, dalam sebulan biasanya dilakukan sebanyak 10 kali operasional. Biasanya tertangkap 10-20 pelaku pembuang sampah liar.

Kebanyakan masyarakat yang membuang sampah di Depok merupakan warga luar Depok yang melintas di Kota Depok. Namun, memang ada juga yang warga Depok. Biasanya selama penangkapan ini masih dalam tahap denda, belum sampai dikurung.

Pasalnya, pembuang sampah liar baru sekali melakukan dan tidak mengulangnya. Biasanya denda yang dibayarkan mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp500 ribu.

“Sesuai perda memang berupa pilihan mau didenda uang atau masuk kurungan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Depok, Kusumo mengatakan, akan terus memaksimalkan operasional di titik yang memang rawan pembuang sampah liar.

Jam operasional akan ditingkatkan lagi, sehingga mampu meminimalisir jumlah pembuang sampah liar tersebut.

“Kami akan terus bergerak bersama opd terkait lainnya sehingga lebih maksimal,” tutup Kusumo.