Jembatan Pitara Amblas, Pemkot Depok Siapkan Anggaran Sebesar Rp200 Juta

Posted on 5 views

DepokNews- Diduga tergerus air hujan, Jembatan Pitara yang menghubungkan Kampung Wadas dan Pitara amblas. Jalur tersebut kerap menjadi alternatif warga dan merupakan jalur sibuk karena bisa menembus berbagai wilayah antara lain ke Sawangan, Cipayung dan juga bisa ke arah Citayam.

Salah satu warga Siti Hasanah mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Warga RT07 RW14, Kecamatan Pancoran Mas itu mengungkapkan jembatan telah mengalami retakan cukup besar. Dikarenakan hal ituĀ  warga dan polisi akhirnya menutup jalan yang biasa diakses banyak warga tersebut.

“Sebenarnya sudah seminggu ini retakan sudah semakin besar,” jelasnya.

Menurut dia, hujan yang turun deras menyebabkan kondisi jembatan semakin parah. “Akhirnya amblas deh karena sudah terlalu parah ya keadaanya,” terangnya.

Ketua LPM Kelurahan Pancoran Mas Mamat menuturkan retakan yang terjadi sebetulnya telah dilaporkan kepada dinas terkait sejak Februari lalu, tapi hingga jembatan amblas belum juga ada tindakan.

“Kami waktu itu minta jembatan untuk diperbaiki total, karena kondisinya sudah ada retakan. Tapi mungkim karena anggarannya besar jadi tidak dapat direalisasikan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Depok Manto Djorgi mengatakan perbaikan jembatan tersebut kini sedang dilakukan.

“Selama dua pekan perbaikan akan dilakukan. Untuk sementara waktu kendaraan baik roda dua dan empat tidak bisa lewat. Untuk sementara ini arus lalu lintas diarahkan ke simpang kodim dan jalan alternatif depan kantor kelurahan Pancoran Mas,” terangnya.

Dia mengungkapkan penyebab amblasnya jembatan tersebut lantaran upritan jembatan tergerus air. “Sehingga upritan jembatan sisi barat amblas kurang lebih 15 hingga 20 cm. Panjang jembatan sendiri 8 meterĀ  lebar 5 meter,” ungkapnya.

Pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta. “Anggaran dari kegiatan pemeliharaan APBD nilainya sekitar Rp 200 juta dikerjakan secara swakelola oleh Satgas Bidang Pemeliharaan Jajem dan material dengan proses pengadaan,” tutupnya.(mia)