DepokNews–Pimpinan DPD PKS Depok kembali melakukan kunjungan silaturahim. Kali ini menemui pimpinan DPC Partai Demokrat kota Depok.

Dalam pertemuan ramah tamah di kantor DPC Partai Demokrat, senin sore (29/7) tersebut, dari DPD PKS dihadiri oleh unsur pimpinan yakni Ketua Umum Moh Hafid Nasir, Sekretaris Umum T.M. Yusufsyah Putra dan Bendahara Umum Adriyana Wira Santana.

Rombongan pimpinan DPD PKS Kota Depok tersebut diterima langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus, yang didampingi jajaran pengurus dan anggota DPRD Depok dari Partai Demokrat, seperti Endah Winarti, Mochamad Taufik, Dody Riyanto, Lewi Octaviano, dan pengurus Demokrat lainnya.

“Dalam pertemuan silaturahmi tersebut antara lain dibahas tentang pentingnya komunikasi antar partai politik di kota Depok dalam membahas bersama agenda-agenda pemerintahan, eksekutif dan legislatif,” jekas Moh Hafid Nasir

Menurut Moh Hafid Nasir, PKS dan Partai Demokrat telah lama menjalin koalisi di tingkat pusat sejak masa presiden SBY pertama dan kedua, dan juga di kota Depok bersama-sama menjadi pengusung pasangan walikota periode 2016-2021, Muhammad Idris dan Pradi Supriatna, yang saat ini masih menjabat.

Pimpinan Partai Demokrat menyambut baik kunjungan pimpinan PKS Depok ini sebagai sebuah tradisi yang perlu diikuti oleh partai politik lain di kota Depok. Pada kesempatan tersebut, ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok Edi Sitorus juga menyampaikan ucapan selamat pada PKS kota Depok yang telah berhasil menjadi pemenang pada pemilu legislatif pada bulan April 2019 yang lalu dengan perolehan 12 kursi.

Moh Hafid Nasir pada kesempatan silaturahmi tersebut menyampaikan terimakasih atas apresiasi yang disampaikan Demokrat atas capaian PKS dalam pemilu 2019 kemaren. Bagi PKS itu bukanlah sebuah kebanggaan, melainkan beban amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu PKS mengajak Partai Demokrat untuk bersama membangun kota Depok. Sekretaris Umum PKS Kota Depok T.M. Yusufsyah Putra mengungkapkan PKS masih perlu belajar dari Demokrat yang pada pemilu 2009 lalu berhasil meraih 15 kursi. Adriyana Wira Santana, Bendahara Umum PKS kota Depok, pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya komunikasi seperti ini untuk terus dijalin. Bahkan perbedaan dan sikap kritis yang selama ini tampak di permukaan, bukanlah suatu hambatan dalam menjalin komunikasi.

Hafid juga mengungkapkan keinginan PKS untuk terus menjalin komunikasi dengan Partai Demokrat, termasuk dalam pilkada walikota tahun 2020 mendatang dan juga dalam ranah legislatif di DPRD kota Depok.

PKS sendiri hingga saat ini masih belum menentukan pasangan walikota yang akan diusung dalam pilkada 2020 mendatang. PKS baru melakukan tahap penjaringan internal dan pemira, serta uji publik berupa survey elektabilitas para bakal calon walikota dari kader PKS maupun nama-nama lain yang saat ini ramai dibicarakan di media dan di tengah masyarakat warga kota Depok.

Sebagaimana diketahui nama-nama kader PKS yang masuk nominasi bakal calon walikota Depok berikutnya ada 8 orang yaitu

  1. Amri Yusra
  2. Imam Budi Hartono
  3. Moh Hafid Nasir
  4. M. Said
  5. M. Supariyono
  6. Prihandoko
  7. Qurtifa Wijaya
  8. T. Farida Rachmayanti