DepokNews–Bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter yang disusul tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala dan Mamuju di Sulawesi Tengah, tak pelak membuat perasaan duka mendalam masyarakat tanah air.

Jelajah Nusantara mengadakan pengumpulan donasi sekaligus doa bersama pada Senin (1/10) sore hingga malam

“Donasi memang dibutuhkan, namun kekuatan doa tidak bisa diremehkan, kami kolaborasikan keduanya untuk saudara kami di Sulteng,” kata Muhammad Barkah, selaku Development Jelajah sekaligus Koordinator Acara.

Dia mengatakan,  Negeri Indonesia didominasi jajaran pegunungan dengan lebih dari 100 gunung berapi aktif, itu didaratan yang terlihat sedangkan gunung berapi dalan lautan belum sepenuhnya terdeteksi.

Lain itu, sebagai tempat pertemuan tiga lempeng tektonik, tak ayal membuat Indonesia rawan bencana alam.

Untuk itu Jelajah Nusantara berkomitmen melalui Jurnal Jelajah untuk dapat berkontribusi terhadap alam Indonesia melalui sebuah tulisan kajian keilmuan.

“Sejarah Indonesia, ilmuan kita dengan beragam penemuan serta kejadian-kejadian di negara kita belum tertata saji apik di masyarakat”katanya.

Jurnal Jelajah berupaya mewujudkan tulisan dan gambar yang berselera millennial, terutama tentang bencana alam yang terjadi.

Belum lepas dari ingatan, gempa bumi Lombok pada 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR disusul gempa lebih besar 7,0 SR pada 5 Agustus 2019 serta gempa susulan lain dengan catatan besar terakhir 6,5 SR pada 19 Agustus 2018.

Kini Indonesia kembali diguncang gempa berkekuatan 7,4 SR sekaligus tsunami yang menerjang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Gempa tersebut bertepatan dengan hari jadi Kota Palu ke 40, berbagai perayaan pun tengah dipersiapkan. Namun kesemua berganti duka seketika, gempa yang disusul gelombang tsunami meluluhlantakkan dalam sekejap.