Sekretaris Umum DPC PKS Depok, TM Yusufsyah Putra saat memberikan suaranya pada Pemira

DepokNews–PKS adalah salah satu dari 3 parpol di kota Depok hasil pemilu legislatif 2019 lalu yang dapat mengajukan sendiri pasangan calon walikota Depok 2020-2025. Sebagai partai pengusung Walikota Depok yang telah tiga kali memimpin, sudah sewajarnya PKS mempersiapkan diri menyambut pilkada 2020.

Sekretaris Umum DPC PKS Depok, TM Yusufsyah Putra menuturkan, Pemira merupakan salah satu metode PKS dalam menjaring bakal calon kepala daerah yang akan diusulkan ke DPP.

“Pemira (pemilihan raya) di PKS bagian dari proses persiapan Pemenangan Pilkada, untuk menjaring aspirasi seluruh kader terhadap bakal calon walikota Depok yang akan diajukan PKS dalam pilkada 2020,” kata TM Yusufsyah Putra.

Dijelaskan TM Yusufsyah Putra, sebelum Pemira digelar, telah dilakukan penjaringan terbatas dari struktur DPC dan kader-kader tingkat DPRa sekota Depok untuk mengusulkan nama-nama bakal calon walikota dari unsur kader PKS yang akan diikutkan dalam Pemira

“Dari penjaringan tersebut muncul 80 nama lalu kita ambil 8 nama suara terbesar yang dicantumkan dalam kartu suara Pemira,” tambah TM Yusufsyah Putra.

Adapun kedelapan nama yang muncul dalam ajang bursa pemira PKS Depok di antaranya, Drs. Amri Yusra, Ir. Imam Budi Hartono, Moh. Hafid Nasir, M. Said, M. Supariyono,

Dr. Prihandoko, Qurtifa Wijaya, dan T. Farida Rachmayanti.

Pemira tersebut diselenggarakan di kantor DPC PKS seluruh kecamatan se kota Depok yang diikuti seluruh kader, yang akan memilih 3 nama dari 8 nama kader bakal calon walikota Depok tersebut

Untuk menjaring bakal calon walikota tersebut selain Pemira, PKS juga akan mengadakan survai dari eksternal (luar kader), seperti incumbent sekarang Mohammad Idris, kemudian Pradi dari partai Gerindra, dan nama-nama lainnya yang bermunculan di media termasuk delapan nama kader PKS yang dipilih dalam pemira tersebut. Survai tersebut akan dilakukan oleh lembaga survai yang profesional dengan responden masyarakat umum dipilih secara acak.

Setelah tahapan itu dilakukan, hasilnya akan dikirimkan semua, baik hasil pemira maupun survai ekstenal ke DPP melalui DPW PKS Jawa Barat. Penentuan dan Penetapan Calon Walikota masih melalui beberapa tahapan lagi, termasuk survey elektabilitas, komunikasi politik dengan parpol lain, dan syura di tingkat DPW dan DPP.

Dijelaskan TM Yusufsyah Putra, masih sangat terbuka berbagai skenario pasangan calon walikota yang akan diusung PKS di 2020, termasuk koalisi dengan parpol lain dan elemen masyarakat Kota Depok

.”Dengan berbagai prestasi dan pengabdian yang telah ditunjukkan kepala daerah di kota depok selama ini, PKS berharap warga Depok masih terus memberikan dukungan atas calon walikota yang kelak akan diusung oleh PKS dalam pilkada 2020. Untuk Depok yang semakin baik, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” pungkas TM Yusufsyah Putra.