DepokNews–Warga perumahan Bumi Sawangan Indah 2 mengeluhkan terkait
penutupan Jalan Utama yang menghubungkan RW 11 dengan RW 12 tepatnya Jalan Anggrek Raya dan Jalan Kutilang Raya di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan. Penutupan dua jalan yang sering dilewati warga tersebut sudah berlangsung selama 11 bulan.

Ketua RT 03 Edi Supriadi mengatakan akibat penutupan jalan utama ini, warga RT 03 dan RT 04 harus memutar melalui kampung Panggulan untuk keluar beraktivitas.

“Keluhan Warga RT 03 dan RT 04 sudah disampaikan Kepada RW 012 dan Lurah Pengasinan (Surat untuk Lurah Pengasinan Terlampir) namun tidak ada penyelesaian hingga saat ini,”ungkapnya saat dikonfirmasi. Rabu (10/2/2020).

Ia meminta kepada intansi terkait khususnya Lurah dan Camat agar penutupan jalan utama penghubung RW 11 dan RW 12 segera dibuka kembali.

“Adapun alasan penutupan karena masalah Pandemi Covid-19 , Fakta di lapangan RW 11 tidak dalam isolasi total, tamu masih bisa masuk, ojol pengantar makananpun masih bisa masuk ke wilayah RW 11 (melalui pintu depan),”ujarnya

“Kenapa kami yang sebelumnya biasa melintasi wilayah RW 11 tidak boleh melintas. Apakah hanya dengan melintasi jalan Raya penghubung bisa menularkan Covid 19, RW 011 dan RW 012 masih dalam satu komplek Perumahan Bumi Sawangan Indah 2,”pungkasnya.

Sementara itu PLT Lurah Pengasinan, Asep Suherman mengatakan terkait dengan penutupan jalan antara RW 12 dan RW 11 sudah dilakukan kordinasi. Namun dari Kordinasi yang dilakukan ada alasan yang kuat sehingga jalan tersebut ditutup.

” Saya sudah terima surat aduan dari warga, setelah saya lakukan konfirmasi ternyata alasan penutupan yang dilakukan telah berdasarkan kesepakatan kedua RW tersebut karena tingginya Covid-19 di RW 11 dan 12,”ujarnya

Selain itu alasan lainnya yaitu adanya program kampung tangguh jaya yang diprakarsai Kapolda Metro Jaya di RW 12 dan salah satu program nya adalah One Gate System untuk dapat menekan penyebaran Covid-19 di Wilayah tersebut.

” Kita sudah lakukan zoom meeting dengan pak Kapolda terkait kampung tangguh jaya tersebut. Jadi itu, selanjutnya penutupan itu juga lantaran terjadi kasus pencurian yang lumayan sering terjadi di kedau RW tersebut,”katanya.

Selanjutnya Asep juga mengatakan setelah melakukan penutupan jalan tersebut angka Covid-19 yang terjadi di RW 11 menurun dan kasus pencurian motor juga sudah tidak ada lagi. Untuk kasus Covid-19 RW 11 dari 25 orang sekarang tinggal 5 orang, untuk RW 12 dari 13 kasus sekarang tinggal 6 kasus.

” Dari situlah warga untuk saat ini belum membuka jalan tersebut. Sebenarnya jika ada kesepakatan akan dilakukan ronda 24 jam dan dibangun pos ronda antara 2 RW maka penutupan jalan akan dibuka,”bebernya.

Ia juga mengungkapkan bahwa penutupan tersebut tidak selamanya akan dilakukan. Hanya saja menunggu Covid-19 selesai serta kesepakatan bersama.

” Makanya saya meminta kepada semua pihak untuk bersabar dan melakukan mediasi dengan baik. Tapi sekali lagi kami tetap akan mencoba melakukan berbagai upaya untuk mencarikan solusi,”pungkasnya.