DepokNews–Lubang menganga di jalan area perumahan Grand Depok City (GDC) Kelurahan Tirtajaya pada Minggu(8/12) pagi memakan korban jiwa meninggal dunia.

Lubang di jalan menurun dekat jembatan Sungai Ciliwung itu menyebabkan seorang guru tahfidz bernama Anggraito Andarbeni meregang nyawa.

⁣Informasi yang dihimpun korban berusia 32 tahun dan berdomisili di Kecamatan Sukmajaya. Korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal.

Diduga ia terjatuh dari sepeda motornya ketika hendak menghindari jalan berlubang.

Peristiwa nahas ini dialami korban setelah melaksanakan salat Subuh di kawasan GDC. Saat ditemukan warga, korban sudah tergeletak di jalan.⁣

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, drg. Hardiono pada Senin(9/12), langsung turun tangan ketika mendengar ada pengendara motor yang meninggal dunia akibat jalan berlubang di kawasan GDC.

“Ya kami langsung meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP). kami juga berbela sungkawa berkunjung ke rumah duka untuk memberikan ucapan belasungkawa,”katanya.

Menurut drg. Hardiono, peristiwa ini akan ditindaklanjuti Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar tidak kembali terulang.

Pemkot Depok, lanjut dia, akan membahas peristiwa ini dengan pihak terkait (GDC-red) agar menemui solusinya.

“Jalan di area GDC adalah wewenang pengembang. Pihak pengembang yang seharusnya membangun atau memperbaiki jalan rusak,” katanya.

Pemkot Depok akan duduk bersama dengan pihak GDC membahas permasalahan ini, bagaimana solusi terbaiknya.

“Saat ini kami lihat proses betonisasi masih separuh jalan, nanti akan kami tanyakan kapan penyelesaiannya sehingga jalan tersebut bisa bagus,”katanya.

Pemkot Depok memerintahkan pihak pengembang GDC untuk secepatnya menyelesaikan perbaikan jalan di seluruh ruas yang masih menjadi tanggungjawabnya.

Pengembang GDC jangan hanya giat membangun perumahan tapi membiarkan akses jalannya hancur dan membahayakan pengguna jalan raya.

Sebelumnya, Anggraito Andarbeni yang sering dipanggil Ustadz Beben pengajar Tahfidz di sekolah Islam, aktif di mesjid RW 25 Kelurahan Abadijaya meninggal dunia setelah selesai Sholat Subuh di Jalan Raya Grand Depok City, jenazah Ar ditemukan warga tergelak setelah terjatuh saat menghindari jalan berlubang.

Salah satu kerabat korban Sapto Waluyo menuturkan pukul 06.00 WIB dirinya mendapat kabar jika Ustadz Beben meninggal dunia karena kecelakaan tunggal di GDC.

Berdasarkan penuturan informsi yang diterimanya, lanjut Sapto ba’da subuh almarhum menuju Stasiun Depok Lama untuk mengikuti ujian UT.

“Tugasnya selaku Guru JIST menuntut untuk terus belajar. Tapi taqdir menentukan lain jalan berlubang, menghentikan laju motor, membuatnya terjatuh keras kepalanya terbentur aspal,”ujarnya.

Sebelumnya seorang pengemudi ojek online wanita tewas usai mengalami kecelakaan menghindari jalan berlubang di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Sukmajaya.