Tersangka first travel (Foto: Dok Rutan Cilodong)
DepokNews- Kepala Rutan Cilodong, Sohibur Rachman mengatakan tidak ada perlakukan khusus terhadap kelima tersangka kasus penipuan biro perjalanan Umrah First Travel. Hanya saja, saat jam besuk akan lebih di waspadai untuk menghindari ada korban yang datang menjenguk.
“Ada kekhawatiran bersama ada orang luar yang datang, misalkan korbannya. Karena kasusnya penipuan ke banyak orang dengan kerugian yang tidak sedikit. Makanya, untuk saat ini hanya keluarga dan pengacara saja yang boleh menjenguk,” terang Sohibur, kepada DepokNews, Jumat (8/12).
Namun, pihak Rutan juga akan mengkonfirmasi kepada tersangka apakah ingin menemui penjenguk atau tidak. “Mereka punya hak mau dijenguk oleh siapa,” ujarnya.
Sohibur melanjutkan, pemeriksaan kepada tersangka sudah dijalankan sesuai SOP. Mereka disampaikan masa pengenalan awal, kemudian hak dari tahanan apa saja.
Sebelumnya, tersangka juga menjalankan tes kesehatan, penyampaian berkas. Untuk Annisa mengeluhkan sakit namun sudah diperiksa kesehatannya, hanya lelah saja.
“Pemeriksaan fisik dan kesehatan sudah dilalui semua,” pungkasnya.(mia)