Wali Kota Depok Mohammad Idris (Istimewa)

DepokNews- Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat bicara, perihal lagu ‘Hati-hati’ yang rencananya diputar di lampu merah, kini sudah viral dan menuai berbagai komentar warganet.

Lagu yang mengandung pesan moral dan edukasi untuk keselamatan berkendara di jalan raya, adalah bentuk sosialisasi, terobosan serta inspirasi dari berbagai kota besar.

“Lagu berjudul, Hati-hati, mengandung pesan moral dan edukasi di dalamnya. Karena isi liriknya mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas, tanpa menggurui,” jelas Idris usai menghadiri undangan Talkshow Viral Banget di Studio Kompas TV, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Dikatakannya, lagu ciptaan seniman Koko Thole ini, akan diuji coba pertengahan atau akhir Agustus. Tujuan pesan Tiblantas melalui lagu, bukan untuk mengusir stres pengendara di jalan, tetapi hanya sebagai bentuk edukasi yang masuk ke dalam konsep Joyful Traffic Management (JoTram) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok.

“Ada kekeliruan persepsi di masyarakat. Pesan Tiblantas bukan pemutaran musik sepanjang hari di traffic light, tetapi hanya diputar dengan durasi 45-60 detik sesuai durasi lampu merah. Kalau sudah lampu hijau, ya lagu juga berhenti,” bebernya.

Kegunaan lainnya, kata wali kota, bagi penyeberang jalan, menjadi penanda awal dan berakhirnya lampu merah sehingga bisa tetap waspada. Sedangkan bagi pengendara, sebagai ajakan untuk tertib di jalan sehingga memberi kenyamanan bagi pengendara yang lain.

“Untuk medianya, kami optimalisasikan peralatan yang sudah ada di traffic light yang dilengkapi dengan CCTV dan terkoneksi dengan ATCS (Area Traffic Control System ) di Dishub dan D’COR Balai Kota,” tandasnya.(mia)