DepokNews–Pemerintah Kota Depok menambah fasilitas kesehatan di Guest House Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia.

Wali Kota Depok, Muhammad Idris mengatakan penambahan tersebut sebagai upaya mencari solusi agar pasien Covid-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) dapat menjalani isolasi di tempat yang representatif.

“Saat ini kami mengembangkan penambahan fasilitas isolasi mandiri di Guest House PSJ UI, untuk menampung OTG dengan kapasitas 40 pasien. Hal ini dikarenakan kita harus segera memisahkan mereka yang positif dengan yang non-reaktif, khususnya di lingkungan keluarga,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Sabtu (26/12/20).

Sebelumnya, lanjut Mohammad Idris, Pemkot bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga sudah menyediakan Wisma Makara UI. Gedung tersebut, menjadi tempat isolasi khusus bagi OTG dengan kapasitas 120 pasien,

Mohammad Idris menambahkan, upaya lainnya yang terus didorong adalah menguatkan kembali keberadaan Kampung Siaga Covid-19 (KSC). Termasuk meningkatkan kapasitas tes, serta penegakkan hukum secara terintegrasi dengan TNI/POLRI dalam penerapan protokol kesehatan.

Dirinya mengakui, status risiko penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya Kota Depok masih fluktuatif. Bahkan, pekan ini pada periode 20 Desember 2020, Kota Depok berada pada zona risiko tinggi atau zona merah.

“Kasus mayoritas berasal dari klaster keluarga dan komunitas, di samping klaster perkantoran,” tutupnya.