DepokNews– Harta dalam Islam merupakan amanah dan hak milik seseorang. Kewenangan untuk menggunakannya berkaitan erat dengan adanya kemampuan (kompetensi) dan kepantasan (integritas) dalam mengelola aset atau dalam
istilah prinsip kehati-hatian perbankan (prudential principle). Prinsip Islam mengajarkan bahwa “Sebaik-baik harta yang shalih (baik) adalah dikelola oleh orang yang berkepribadian shalih (amanah dan
profesional).”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji seseorang yang mengonsumsi hasil usahanya sendiri dengan sabdanya: “Tidaklah seseorang mengonsumsi makanan lebih baik dari mengonsumsi makanan yang diperoleh dari hasil kerja sendiri, sebab Nabi Allah, Daud, memakan makanan dari hasil kerjanya.” (HR. Bukhari). “Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan harta secara hemat dan menyisihkan tabungan sebagai persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki setiap muslim untuk dapat mengelola usaha dan berusaha secara baik, mengelola dan mengatur harta secara ekonomis, efisien dan proporsional serta memiliki semangat dan kebiasaan menabung untuk masa depan dan persediaan kebutuhan mendatang. Prinsip ini sebenarnya menjadi dasar ibadah kepada Allah agar dapat diterima (mabrur) karena saran, niat dan caranya baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik saja.” (HR. Muslim).
Berikut ini beberapa tips dalam mengelola keuangan :
Menabung
Dari kecil kita pasti sudah diajarkan untuk menabung oleh orangtua kita. Nasihat ini memang seringkali membosankan tetapi sangat berguna bagi masa depan kita. Selalu prioritaskan tabungan kita saat menerima uang, baik itu dari orangtua atau ketika sanak keluarga lain memberi uang jajan untuk kita. Tabungan yang kita prioritaskan akan sangat berguna bagi kita dikemudian hari.
Tabungan yang secara rutin kita sisihkan dan rutin dilakukan yang dapat ditujukan untuk investasi kecil-kecilan seperti deposito atau tujuan lainnya yang ingin kamu capai. Misalnya, membeli laptop atau printer yang merupakan kebutuhanmu untuk memperlancar pembuatan tugas kuliahmu. Intinya,
“Tidak ada ruginya menabung dan tidak ada alasan apapun untuk tidak menabung.”
Tentukan Berbagai Sumber Pemasukan
Sebagai mahasiswa, biasanya orangtua ada yang masih memberikan support dari segi biaya kuliah dan jajan. Manfaatkan sumber pemasukan itu disamping kamu harus mulai belajar untuk melakukan usaha atau bekerja sampingan untuk membantu orangtua dalam pembiayaan kuliah atau sekadar menambah uang jajan sehingga orangtuamu bisa mengalokasikan dananya ke pos yang lain seperti menolong adikmu yang masih sekolah dan sebagainya. Cobalah untuk mencari pekerjaan sampingan yang tidak menyita waktu kuliah dan belajarmu. Ada banyak pekerjaan freelance dan part time yang dapat kamu cari via internet.
Tentukan Berbagai Jenis Pengeluaran
Setelah seluruh sumber pendapatan kamu catat, sekarang kamu harus mendaftarkan seluruh biaya yang harus kamu keluarkan dalam sebulan. Ha-hal yang wajib sebaiknya didahulukan seperti, membayar kos, pulsa telepon, uang transportasi, uang kuliah, uang makan sehari-hari, uang pembelian buku, fotocopy dan alat tulis. Datakan hal-hal yang memang menjadi kebutuhanmu sehari-hari.
“Catat secara terperinci dan jangan terlewatkan.”
Buatlah Rencana Anggaran Keuangan
Berdasarkan poin 2 dan poin 3, yaitu mencatat secara terperinci seluruh sumber pemasukan dan jenis-jenis pengeluaran rutin bulanan, selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah membuat rencana anggaran keuangan. Atur dengan baik agar tidak “besar pasak daripada tiang” alias terlalu besar di pengeluaran. Apabila pengeluaranmu lebih besar, lihat apakah ada yang bisa kamu pangkas atau ada pengeluaran yang sebenarnya bukan kebutuhan tetapi keinginan. Apabila masih belum cukup, tentu saja kamu harus menambah sumber pendapatanmu.
Jika rencana anggaran keuangan sudah dirancang dengan baik, patuhilah anggaran tersebut sedemikian rupa karena apabila tidak, anggaran keuangan itu hanya sekadar rencana dan tidak terealisasikan. Jadikan rencana anggaran keuangan ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan penggunaan uang sehari-hari. Laksanakan anggaran keuangan yang telah disusun dengan konsekuen dan disiplin.
Mulailah sejak dini mengelola keuangan dengan teratur dan patuhi anggaran belanja yang telah kamu atur. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi? Jadikan pengelolaan keuangan ini menjadi kebiasaan dalam hidupmu agar menjadi pribadi yang lebih teratur.

Ditulis Oleh Resti Fauziah
LDK AL-BIRRU SEBI