DepokNews– Kartini (70) yang dianiaya oleh suaminya FP (82) menggunakan matril akhirnya pada Sabtu (27/1) malam menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

Dimana Kartini sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati karena mengalami luka yang cukup parah dibagian kepala dan dinyatakan kritis.

Kapolsek Beji, Komisaris Polisi Yenni Anggreni Sihombing saat dikonfirmasi wartawan membenarkan korban Kartini yang sebelumnya dianiaya suaminya meninggal dunia di Rumah Sakit.

“Iya korban telah meninggal dunia, kami bersama anggota ke Rumah Sakit”katanya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk melakukan autopsi pada korban.

“Sesuai prosedur kami pun akan meminta untuk di autopsi guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.”katanya.

Diberitakan sebelumnya seorang nenek Kartini (70) harus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Depok lantaran dikeprok pakai palu oleh suaminya FP (80) hingga luka dibagian tubuhnya dan mengalami kritis

Aksi pemukulan itu terjadi di Gang H Muslih, RW 02 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji pada Rabu (24/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan sebelumnya FP adu mulut dengan istrinya Kartini (70).

FP yang hilang kendali kemudian melampiaskan emosinya dengan memukul korban menggunakan tangan kosong.

Pelaku yang mulai gelap mata juga mengambil palu dan memukulkannya ke kepala korban.

Salah satu anak korban yang melihat kejadian itu pun histeris dan berusaha melerainya.

Korban mengalami pendarahan cukup hebat dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Usai menganiaya istrinya FP mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menggunakan pisau dapur.

Pisau itu ia tancapkan di bagian ulu hati. Beruntung, polisi yang tiba di lokasi berhasil membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

 Berita terkait: