Oleh : Gina tazkiyatun nufus

Jalan yang lurus adalah jalan yang diridhai Allah. Itulah Islam, Islam yang secara ideal diartikan sebagai jalan hidup yang menjunjung tinggi nilai-nilai rahmat atas semesta alam: wa ma arsalnaka illa rahmatan lil’alamin.

Siapa saja yang konsisten (istikamah) berada di atas jalan kebenaran (al-shirat al-mustaqim) maka dialah yang berupaya untuk menyempurnakan jiwa demi mencapai kebahagiaan di dunia dan di hari pembalasan. Titik awal dan tujuan akhir perjalanan manusia dihubungkan oleh suatu jalan yang disebut dengan jalan lurus (al-shirat al-mustaqim). Setiap saat dalam aktivitas ibadah salat, umat Islam selalu meminta kepada Allah untuk ditunjukkan jalan yang lurus atau jalan yang benar.

“Tunjukanlah kepada kami jalan lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai, dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.” (al-Fatihah: 6-7)

Dalam ayat tersebut, jalan lurus itu senyatanya telah dicontohkan oleh mereka yang berpegang teguh pada agama Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang secara pribadi mampu menjalankan setiap apa yang Allah perintahkan. Dan mereka itu adalah para Nabi, Rasul, dan orang-orang saleh.

Nabi, Rasul, dan orang-orang saleh adalah mereka yang selalu dibimbing oleh Allah atas apa yang mereka lakukan. Mereka itu memiliki komitmen yang kuat terhadap Allah, dan memiliki harapan yang utuh bahwa gerak kehidupannya akan mengarah kepada Kebenaran Mutlak.

Islam dalam masyarakat

islam menghendaki kebajikan – kebajikan akhlak dari setiap orang . islam menghendaki umatnya saling mencintai , mencari kebenaran , berani , ta’at, budiman adil , sejati dan dapat di percaya. Dia harus menjauhi maksiat tidak boleh kejam tidak boleh berdusta  atau berkhianat , ia tidak boleh menyakiti binatang . islam tidak membuat perbedaan diantara manusia , tidak menyukai perbedaan golongan (arab , turki , barat dan timur , orang dari utara dan dari selatan semuanya itu sama . semua orang bersaudara, dan islam menghendaki agar manusia seluruh dunia saling sayang-menyayangi dan tolonng-menolong sehingga dengan demikian mereka dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagian dengan cara yang penuh dengan rasa persaudaraan . Sosialisasi antar individu di dalam lingkungan masyarakat yang beradab juga telah diajarkan oleh Islam. Contoh sederhananya yaitu dalam keluarga kita diajarkan bagaimana cara bersikap dengan orang tua, kakak maupun adik. Cara bersikap itu banyak macamnya salah satunya dalam hal bertuturkata yang baik, sopan dan tidak menyakiti hati orang lain. Tidak jauh berbeda, dalam bersosialisasi di masayarakat mulai dari lingkungan RT hingga negara ada juga panduan-panduannya. Panduan-panduan tersebut sering kita kenal sebagai norma sosial. Begitu indah dan tertata rapi kehidupan masyarakat apabila masing-masing individu mau menerapkan pedoman-pedoman kehidupan bermasyarakat. Pedoman itu terangkum dalam norma-norma yang mana mayoritas bahkan keseluruhannya terinspirasi dari ajaran-ajaran agama. Salah satunya ajaran-ajaran agama Islam. Karena sejatinya agama Islam merupakan agama rahmatan lil alamain. Agama yang menorehkan rahmatnya kepada seluruh alam tanpa terkecuali bahkan hingga sela -sela terdalam dalam kehidupan bermasyarakat.