DepokNews–Gelombang demonstrasi di gedung DPR RI yang menyeret pelajar STM atau sederajat berakhir ricuh menyisakan banyak persoalan. Menanggapi hal tersebut Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Depok Syahru Robbiul Awwal angkat bicara. Menurutnya, tugas pokok pelajar ialah belajar karena sebagai generasi yang disiapkan untuk mengawal masa depan negeri. Pasalnya, bila mereka tidak melengkapi instrumen yang dibutuhkan salah satunya aspkek kognitif, psikomotorik dan apektifnya maka akan terjadi kerancuan dimasa depan. “Cara pelajar dalam mengekspresikan aspirasinya dengan cara cara yang lebih sesuai dengan karakter pelajar,”ujarnya seusai acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU Depok, Pesantren Al-Hidayah, Rawa Denok, Pancoran Mas.

Syahru berharap dengan adanya fenomena ini, aparat dan Dinas Pendidikan lebih membuka mata. Pasalnya, sangat penting dalam memberikan pemahaman dan menumbuhkan keasadaran bagi para siswa. Yaitu: terkait tugas pokok mereka dan juga pengetahuan tentang cara menyikapi isu sosial politik yang terjadi.
Pihak sekolah dan orang tua diharapkan meningkatkan intensitas pengawasan dan pengedukasian kepada para siswa agar tidak terlibat pada hal-hal yang bisa mengganggu proses belajar siswa. “Pihak orang tua, sekolah bekerja sama dengan satgas, aparat dan dinas dalam mengantisipasi turunnya siswa ke medan aksi. Tentunya, agar tidak menjadi lahan eksploitasi dan tunggangan bagi orang orang yang menginginkan distabilitas Negara dan meminimalisir dampak negatif yang lain,”harapnya.

Meski begitu, dirinya memberikan solusi dengan meningkatkan intensitas pengedukasian dan melakukan pendekatan persusasif terhadap siswa disekolah. Yaitu: mengenai cara mengekspresikan aspirasi yang positif dan cara menyikapi isu sosial politik yang terjadi. “Ini kan terjadi secara masif tidak hanya satu kasuistik. Apalagi, banyak dari siswa yang ikut demo tidak mengerti dan tidak paham tuntutan yang sedang digaungkan. Dengan kata lain, banyak yang ikut-ikutan. Tentunya, dengan pendekatan persuasif bisa lebih mengena dan sesuai yang diharapkan,”tandasnya.

Data sekolah yang mengikuti aksi demo juga banyak beredar di grup WA. Dari pengakuan sejumlah siswa banyak juga menjumpai siswa sekolah yang datanya beredar melalui broadcast WA.