DepokNews- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fauzi menegasilkan, bahwa partainya tetap konsisten mendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Hal ini sesuai dengan keputusan Rakernas pan di Bandung itu pra Pemilu, Pra Pilpres, dukungan kepada Prabowo-Sandi, yang kemudian mendapatkan nomor urut 02.

“Sampai sejauh ini, kami (PAN) masih konsisten mendukung (Prabowo-Sandiaga, red),” jelas Intan saat ditemui di Jalan Margonda Raya, Depok beberapa waktu lalu.

Intan melanjutkan, guna menentukan arah dukungan pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan putusan akhir terkait sengketa Pilpres 2019. PAN segera menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pasca sidang MK tersebut.

Keputusan Rakernas tersebut, lanjut Anggota DPR RI dari Dapil Kota Depok – Kota Bekasi ini, sesuai dengan tata tertib dan anggaran dasar PAN serta disetujui oleh DPD yang hadir. Sehingga, untuk menentukan langkah selanjutnya harus melakukan Rakernas.

“Jadi Rakernas itu yang akan kami lakukan untuk menentukan arah dukungan. Rakernas itu akan dilakukan pasca sidang MK, karena kami menghormati proses Pemilu dan Paslon Prabowo-Sandi, koalisi sepakat bahwa gugatan masuk sesuai prosedur,” jelas Intan.

Intan yang juga anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, terkait pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan usai pemilu 2019, Intan menyatakan pertemuan tersebut bukanlah politik seperti yang ditafsirkan selama ini. Intan menegaskan, pertemuan tersebut lebih kepada kapasitas seorang Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR yang menjalankan tugas sesama negarawan.

“Sebagai Ketua MPR bertemu Presiden memang hal yang wajar,” ujarnya.

Saat pertemuan di Bogor pun, Intan menambahkan, kapasitasnya juga sebagai Ketua MPR. Sebab, PAN sendiri merupakan partai eksisting dan partai reformasi. Kemudian, lanjut ke parlemen karena lolos parlementary threshold 2019.

“Salah satu poin pembicaranya menyikapi pasca 21-22 Mei. Beliau menyampaikan apa yang dulu sudah kita lakukan, menjahit merah putih, jangan kemudian dirusak pasca Pilpres, sehingga ada tindakan represif,” terangnya.

Menurut Intan, semua dilakukan sesuai dengan prosedur. Karena, Prabowo-Sandi juga sudah memutuskan masuk ke sidang MK, artinya sudah mengikuti prosedur, tidak seperti isu yang beredar di luar, seperti mengklaim kemenangan atau tidak mau ke MK.

“Jadi pertemuan Pak Jokowi dengan Pak Zulhas merupakan pertemuan antar negarawan. PAN memiliki komitmen dan platform yang jelas. Sehingga, segala sesuatunya harus sesuai anggaran dasar,” tutup Intan.(mia)