DepokNews- Akibat kecelakaan tunggal bus maut yang membawa rombongan kader Posyandu Depok, kini korban meninggal bertambah satu orang.

Korban meninggal atas nama Khoridah (62), warga RW 12, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok.

Khoridah menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Hermina Depok pada Selasa (21/1/2020) pukul 11.30.

“Iya betul, meninggal di ICU Hermina, jenazah hari ini juga akan dimakamkan di TPU Lio (Kecamatan Cipayung, Depok),” ujar Camat Cipayung, Asep Rahmat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, dr. Enny Ekasari juga membenarkan adanya kader Posyandu Depok yang meninggal dunia setelah melewati perawatan intensif.

“Kemarin pas saya ke sana (RS Hermina), jenazahnya baru saja akan dimasukan ke ambulans untuk di bawa ke rumah duka,” katanya, Rabu (22/1/2020).

Enny mengatakan, Khorizah merupakan korban luka berat yang sebelumnya memang sudah tak sadarkan diri pasca kecelakaan.

Kemudian, saat itu Khoridah di bawa oleh Pemerintah Kota Depok untuk di rujuk ke RSUI Depok, namun karena kondisinya kritis dan ruang ICU di RSUI ketika itu penuh oleh korban kecelakaan yang sama.

Khoridah langsung dirujuk kembali ke RS Hermina untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

“Korban memang kondisinya memang sudah tidak baik sejak awal dan tidak sadarkan diri karena ada pendarahan di bagian kepala,” tutur Enny.

Sayang, takdir berkata lain, Khoridah bertahan hanya tiga hari pasca kecelakaan maut dan menyusul tujuh kawannya yang lebih dulu menghadap Ilahi.

Khoridah bertamasya ke Tangkuban Perahu bersama puluhan kader Posyandu Depok yang berasal dari 15 Posyandu yang ada di Depok.

Tragis, bus pariwosata PO Purnama Sari yang ditumpanginya terjungkal setelah hilang kendari di daerah Palasari, Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020).(mia)