Foto ilustrasi (istimewa)

DepokNews- Maraknya ular yang masuk ke lingkungan perumahan, membuat warga Depok menjadi panik. Warga Depok pun diimbau tetap tenang dan tidak perlu takut terhadap kemunculan ular dengan spesies naja (kobra). Pasalnya tidak semua ular ini apabila menggigit akan mengeluarkan bisa yang mematikan.

Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Rizza Nurcahya, ada fase ular kobra menggigit namun tidak mengeluarkan bisa atau racun. Biasanya setelah ular tersebut makan karena akan menggunakan bisanya untuk membunuh mangsanya. Maka usai makan, bisa ular tidak akan terlalu banyak.

“Kalau ularnya masih anak atau bayi juga kebanyakan tidak beracun, tidak mengeluarkan bisa karena kelenjar liur bisa belum tumbuh sempurna dan kantong bisa ular belum terisi penuh,” kata Rizza.

Meski demikian, katanya, ada juga ular yang mengeluarkan bisa. Karena itu, bila ada yang terkena gigitan ular akan dilakukan observasi terlebih dahulu. Karena umumnya racun dari bisa ular akan mengarah ke pembuluh dan komponen darah atau langsung mengenai syaraf.

Dikatakannya, untuk yang mengarah ke pembuluh dan komponen darah, bekas gigitan ular akan memerah akibat dari hemotoxic atau setelah digigit ular, akan terjadi perdarahan spontan misalnya mimisan, gusi berdarah, ataupun perdarahan dari mukosa lainnya. Seperti dari mata akan membuat pembuluh darah pecah.

Sedangkan, lanjut Rizza, apabila mengenai syaraf, akan merasakan sesak nafas. Untuk ini, penganganan yang bakal dilakukan adalah pemberian oksigen dan membuka jalan nafasnya. Selain itu biasanya air liur dari pasien akan keluar banyak.

“Kalau sudah begitu harus secepatnya dibawa ke Pelayanan Kesehatan terdekat, nantinya akan dinilai tingkatannya (grade) dari nol hingga empat. Kalau memang dibutuhkan maka akan diberikan serum anti bisa ular (SABU) yang tersedia di RSUD Depok,” jelasnya.

Namun ada baiknya, ujar Rizza, jika ada pasien yang tergigit ular dan dibawa ke rumah sakit terdekat dapat membawa ular yang menggigitnya itu. Tentu saja setelah ular tersebut dimatikan terlebih dahulu.

“Jadi dokter akan mengetahui spesies ular yang menggigit agar penanganannya tepat,” tutupnya.(mia)