Setu rawa kalong (Istimewa)
DepokNews- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, berencana merevitalisasi kawasan Situ Rawa Kalong yang berlokasi di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.
Situ yang luasnya mencapai 8,25 Ha ini, kondisinya kontras terlihat, karena sekeliling kawasan tersebut dipadati oleh perumahan dan beberapa pabrik besar. Air situ yang berbau amis juga, langsung tercium, selain itu terlihat puluhan keramba apung (jaring) juga memenuhi pinggiran Situ.
“Situ Rawa Kalong ini, sudah puluhan tahun. dulu airnya bening, tidak hijau seperti ini saya masih ingat waktu masih umur 5 – 6 tahun sering berenang disini,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata Setu Rawa Ke (Pokdarwis), Muhammad Nurdin Jumat, (26/10/2018).
Pria berusia 42 tahun ini, menceritakan sekilas sejarah mengapa Danu tersebut disebut Rawa Kalong. Menurutnya, dahulu ada sebuah pohon besar yang terletak di tengah situ dan dihuni oleh banyak kalong (kelelawar).
“Ya, menurut kakek saya disitu banyak kalong. Namun sekitar tahun 70an pohon tersebut tumbang dan hilang begitu saja,” katanya.
Nurdin mengatakan, Situ Rawa Kalong juga dulunya digunakan sebagai sarana irigasi bagi pesawahan namun, area sawah yang mengelilingi danau tersebut juga kini hilang diganti dengan rentetan perumahan.
“Jadi, begitu ada pemukiman tumbuh, berubahlah keberadaan Situ ini bahkan luasnya semakin menyusut,” ucapnya.
Selain itu, kemunculan sejumlah pabrik juga menyebabkan ekosistem situ menjadi tercemar karena limbahnya yang terbuang langsung ke air waduk.
“Ada tiga pabrik disini, yaitu
yang memproduksi kap lampu, kosmetik dan sponds plastik semenjak ada mereka akhirnya begini (tercemar),” bebernya.
Selanjutnya, masih menurut Nurdin, Karang Taruna Situ Rawa Kalong juga tidak berdiam diri mereka mencoba membersihkan sampah – sampah yang bertebaran di sekitar Situ.
“Warga juga dihimbau untuk tidak membuang sampah ke Situ, namun kegiatan ini tidak terus berjalan lancar karena kesibukan masing-masing anggota Karang Taruna,” paparnya.
Namun, antusias warga sekitar patut diacungi jempol dalam waktu satu tahun masyarakat Situ Rawa Kalong diyakininya mau perduli dengan keberlangsungan waduk yang seharusnya menjadi daya tarik wisata Kota Depok.
“Dulu tepat dipinggir Situ ada TPA namun sekarang sudah tidak ada lagi, sudah satu tahun setengah ini tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah,” tandasnya.
Nurdin menerangkan, meskipun demikian diakuinya Situ Rawa Kalong masih harus dibenahi terutama terkait airnya yang hijau mengeluh dan menimbulkan banyak sedap.
“Ini harus dinormalisasi, biar kembali bersih dan bisa menjadi lokasi wisata,” pungkasnya.
Dirinya berharap, kedepan Pemerintah Kota Depok lebih memperhatikan cagar budaya ini pasalnya selama ini, yang dirasakan olehnya Dinas-Dinas terkait masih terkendala dengan kebijakan.
“Dinas kadang terbentur dengan Dinas lain, ketika hendak melakukan pembenahan seperti Dinas Pariwisata mereka hanya bisa mengatur dan memfasilitasi Situ untuk sisi pariwisata, sedangkan untuk kebersihan, lingkungan situ mereka harus koordinasi dulu dengan DLHK. Jadi ujung – ujungnya ya saling tunjuk,” terangnya.
Sementara itu beberapa warga sekitar Situ Ranca Kalong menyambut baik rencana Gubernur Jabar untuk menjadikan danau tersebut sebagai lokasi wisata.
“Ya saya setuju, sejak lama kami menunggu lokasi ini jadi tempat wisata. Disini adem loh apalagi kalau sore jarang sekali ada tempat seperti ini sejuk,” tandas Ratna, penjaga warung di pinggir Situ.(mia)