(Foto: Sekretaris UI Dr Agustin sedang memberikan penjelasan kepada awak media terkait kuliah tanpa tatap muka di kampus UI. Sabtu (14/3/2020).

DepokNews — Sekretaris Universitas Indonesia (UI) Agustin menjelaskan kegiatan belajar mengajar tatap muka langsung akan di konversi menjadi pembelajaran jarak jauh. Namun mahasiswa yang praktek tetap dilaksanakan secara tatap muka tapi dengan prinsip kewaspadaan.

“Ini salah satu menguragi kepadatan di kampus dan asrama. Nah dengan pembelajaran jarak jauh ini maka mahasiswa tak memilik kewajiban belajar di kampus. Dan bila sudah tak ada bimbingan, praktik, dia sehat, nah ini kami dorong untuk pulang ke rumahnya masing-nasing,”ujarnya saat konferensi persnya di Kampus UI Depok. Sabtu (14/3/2020).

Terkait Asrama UI yang jumlah penghuni 1400 akan dikurangi dan mahasiswa yang tinggal akan dilakukan pemantauan.

” Yang masih tinggal di asrama pun menjadi pantauan kami. Kalau anak sudah pulang kan tanggung jawab orang tuanya, kalau disini (asrama) ya kami orang tuanya,”ujarnya.

Selain mahasiswa, dosen dan tenaga didik juga sama yaitu jika mengalami sakit tidak diperbolehkan ke kampus.

” kalau sakit gak boleh ke kampus. Flu sedikit gak boleh ke kampus,”katanya

Dikatakan Agustin, meski mengambil kebijakan kuliah tidak lagi tatap muka aturan kedisiplinan tetap diperhatikan.

timbul pertanyaan nanti dipotong absennya dll, ada diskresi jadi jgn khawatir aturan kedisplinan itu akan kami perhatikan baik, karena yang pertama adalah kesehatan dan keselamatan,”ujarnya.