DepokNews- Menurut Wali Kota Depok Mohammad Idris, menjadi anak yatim hakekatnya bukanlah tidak memiliki bapak, sebab sosok tersebut bisa digantikan. Namun hakekat yatim itu ialah saat seseorang kehilangan ilmu dan akhlak dalam dirinya.

“Insya Allah, Allah SWT akan menjaga anak yatim dengan sangat baik. Tetap terus semangat dan kuatkan cita-cita untuk menjadi orang yang sukses namun tetap memiliki akhlak baik,” kata Idris dalam kegiatan Santunan Yatim dan Fuqoro se-Kelurahan Dumek di Lapangan Serba Guna Perum Bukit Sawangan Indah (BSI), Dumek, Bojongsari, Minggu (22/09/2019).

Wali Kota juga meminta, agar mengedepankan ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah (akhlak mulia). Untuk itu dibutuhkan tekad yang kuat agar terus rajin belajar karena merupakan kunci dari kesuksesan.

“Saya ingin adik-adik yatim untuk terus bertekad dan menguatkan semangat hidup, sehingga kalau sudah dewasa bisa berdiri dengan kaki sendiri (berdikari). Mereka bisa hidup mandiri untuk berkerja, baik menjadi enterpreneur atau lainnya untuk bangsa dan negara,” papar Idris.

Di tempat yang sama, Lurah Dumek, Muhamad Sahal mengatakan, santunan kali ini diberikan kepada 296 anak yatim dan 546 fuqoro. Mereka merupakan perwakilan dari sembilan RW se-Dumek.

Dikatakan Sahal, pemberian santunan untuk yatim berupa uang tunai senilai Rp 1,3 juta, ditambah beras 10 liter, serta bingkisan. Sedangkan untuk fuqoro dibagikan uang tunai senilai Rp 300 ribu dan beras seberat 2,5 liter.

“Alhamdulillah dana untuk santunan dari warga Dumek, terkumpul hingga Rp.640.481.000. Saya sangat salut sekali dengan kekompakan warga Dumek. Semoga bisa menambah keimanan untuk para pemberi santunan dan meningkatkan jiwa religius,” tutupnya.(mia)