Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono

DepokNews – Hardiono selaku Sekretaris Daerah Kota menanggapi pernyataan Walikota Depok, Mohammad Idris yang menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi terkait rencana pencalonan sebagai Wali Kota Depok.

Menurutnya, soal niatan dirinya maju dalam kontestasi pilkada Depok, sudah dikomunikasikan kepada Walikota. Bahkan ada saksinya lebih dari dua orang.

“Jadi bohong besar kalau saya tidak pernah bicara ke Pak Wali perihal niatan saya ini. Saksinya ada kok,” tandas Hardiono sebelum menghadiri acara di Margo City, Kamis (10/10/2019).

Lebih jauh Hardiono mengatakan, masalah tanggungjawab kerja yang dituduhkan juga disangkalnya. Karena hingga kini ia masih berkantor di Pemkot. Dan tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai aturan.

“Saya pikir kita harus mampu mengedukasi masyarakat dalam berbagai hal, termasuk dalam edukasi politik. Hingga saat ini, berita yang bergulir itu kan niatan, belum kenyataan. Kecuali kalau saya sudah daftar ke KPU – atau melalaikan tugas dan tanggung jawab saya, itu baru saya salah. Kita harus cerdas bersikap,” ungkap Hardiono lagi.

Semua ada aturannya, tambah Hardioni, kita mengacu pada aturan dan undang-undang yang berlaku. Jadi kalau bicara harus berdasarkan aturan yang berlaku. Bukan karena ketidaksukaan, lalu bicara semaunya.

“Insa Allah, tanggung jawab saya terhadap kerjaan itu bukan karena seseorang, tetapi karena amanah dari Allah yang harus saya jalankan,” pungkasnya.