Narkoba jenis sabu (Ilustrasi)
DepokNews- Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, pada dasarnya pembuatan narkoba bisa dilakukan dimana saja. Karena sebenarnya proses pembuatannya tidak memerlukan tempat yang besar.
“Tapi tentunya perlu supply bahan bakunya,” katanya, Senin (18/12).
Menurutnya, banyaknya tempat yang dianggap ‘tak tersentuh’ oleh pihak aparat. Salah satunya adalah tempat-tempat hiburan malam seperti diskotik. Bahkan kata Shinta, bukan rahasia bahwa tempat hiburan biasanya ‘dilindungi’ oleh aparat tertentu.
“Dengan demikian tempat tersebut menjadi tak tersentuh sehingga terkesan aman,” paparnya.
Dengan demikian pula sambung Aully, maka tempat seperti itu dengan mudah digunakan untuk pembuatan narkoba. Selain itu, pembuatan narkoba di diskotik juga memungkinkan pemotongan jalur distribusi.
“Narkoba sudah menjadi gaya hidup yang sangat terkait dengan hiburan,” tukasnya.
Pengawasan yang lemah menjadi pemicu mengapa tempat hiburan disalahgunakan menjadi pembuatan narkoba. Pasalnya, jumlah tempat hiburan memang tidak seimbang dengan aparat yang berwenang untuk mengawasi. “Selain itu aparat sampai pada tingkat terlecil mulai dari RT, RW dan Kelurahan juga tidak secara aktif dilibatkan dalam pengawasannya,” jelasnya.
Diakui Shinta bahwa seringkali tempat hiburan malam adalah tempat yang tak tersentuh. Mengapa? Karena itu ada kaitannya dengan mata rantai kekuasaan. “Ada faktor X. Dan biasanya tidak jauh dari faktor kekuasaan dan uang,” pungkasnya.