DepokNews- Pakar konstruksi Universitas Indonesia (UI) Irwan Katili menuturkan tiang penyangga yang digunakan dalam pembangunan light rapid transit (LRT) diyakini dibuat dengan standar yang sama. Pasalnya pembangunan LRT terintegrasi dari Bogor hingga Jakarta. Artinya, tiang penyangga yang digunakan sama dari hulu ke hilir.
“Perencanaan dibuat sama. Artinya balok yang banyak dipakai itu pun dibuat dengan standar pembuatan yang sama,” katanya, Selasa (23/1/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, dengan demikian maka perencanaan yang dibuat pun memiliki beban yang sama untuk menahan. Singkatnya, kata dia, secara spesifikasi tentu semua balok penyangga itu memiliki ketahanan beban yang sama.

“Secara spesifikasi semua sama (standar). Karena jarak tiang yang digunakan juga sama,” tukasnya.

Hanya saja ada dugaan bahwa kemungkinan ada faktor human error dalam pembangunannya sehingga terjadi ambruk. Mungkin saja pengawasan saat pembuatan balok tersebut sempat terjadi kelengahan sehingga diduga ada yang tidak sesuai standar namun tetap dipasang. Mengingat pekerjaan ini juga harus selesai sebelum pelaksanaan Asean Games 2018.

“Mungkin saja kualitas produksi yang salah. Kalau pabrikan seharusnya standarnya sama. Pengawasan terhadap produksi dari pabriknya, kemudian dibawa ke lokasi terjadi benturan sehingga mengurangi kualitasnya,” paparnya.

Faktor kedua, perlu dilihat lebih lanjut mengapa ini sampai ambruk. Apakah ini ambruk setelah terpasang diduga karena tertimpa sesuatu benda sehingga sambungan lepas. Atau memang pada saat dibawa dari pabrik menuju lokasi proyek terjadi benturan sehingga mengurangi kualitas balok tersebut.

“Ini yang harus didalami. Tapi kalau karena angin saya tidak percaya. Beton itu berat sekali. Kalaupun ambruk karena angin, tentu anginnya sangat kencang. Kalau angin kencang tentu lingkungan sekitar proyek juga rusak,” katanya.

Dia pun menyarankan agar dilakukan pengawasan yang lebih baik lagi. Sehingga hal demikian tidak terjadi lagi mengingat ini berdampak pada keselamatan pengguna jalan dan pekerja proyek yang sedang bekerja.

“Lebih dilakukan peningkatan,” tutupnya.(mia)