Fenomena keretakan tanah (Istimewa)
DepokNews- Anggota dewan penasehat ikatan ahli geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari menduga, ada bekas sungai atau sumur di sekitar keretakan tanah tersebut.
“Kalau yang saya lihat itu sepertinya daerah itu dulu bekas sungai,got atau sumur yang kemudian tanahnya sempat terisi air dan endapan,” jelas Rovicky, menanggapi fenomena keretakan sebidang tanah di Kampung Pedurenan Kelurahan Cisalak Pasar Kecamatan, pada Sabtu lalu (20/10/2018).
Rovicky menjelaskan, endapan yang terisi air tersebut, menyerap kebawah tanah yang akhirnya menyebabkan tanah menjadi pecah.
“Bisa dilihat, waktu kejadian kemarin kan waktu hujan air cepat meresap ke bawah tanah,” jelasnya, Senin (22/10/2018).
Selain itu, menurutnya fenomena tersebut bukan sebuah tanda pergerakan tanah pasalnya melihat karakteristik dari lokasi retakan tanah yang datar dan berada di wilayah yang dekat dengan sumber air.
“Jadi karena memang banyak air di wilayah situ, akhirnya tanah tergerus air makin lama masuk dan terus menerus hingga melebar. Saya tegaskan, ini bukan pergerakan tanah kemungkinan hanya tanah bekas rawa, sungai dan sebagainya,” terangnya.
Rovicky menuturkan, agar nantinya tidak merembet ke lokasi lain solusi awal untuk masalah tersebut yaitu menutup tanah yang retak dengan tanah secepatnya. Makanya ini harus cepat-cepat ditutup supaya nanti tidak ada air masuk lagi karena di atasnya ada tanah tipis yang barangkali sebenernya menahan namun, nantinya diprediksi malahan bisa tergerus masuk ke bawah.
Masyarakat juga dihimbau olehnya agar tidak perlu terlalu khawatir mengenai fenomena tersebut. Sebenernya seperti proses subsider kecil saja, jadi kalau misalnya, permukaan Jakarta dibawah turun dan sebagainya, permukaan tanah turun itu bisa karena pemadatan tanah di atas seperti kejadian di lokasi atau proses pengambilan air tanah di dalam, atau subsider secara global.
“Nah kalau yang di lokasi ini karena pemadatan saja,” ujarnya.
Pernyataan Rovicky diperkuat dengan keterangan Ketua RT setempat, Endang Suherman yang mengaku, di kawasan tersebut pernah ada sumur.
“Katanya dulu kawasan ini ada sumur, ya saya tahunya begitu,” tandas Endang.(mia)