DepokNews–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok terus melakukan berbagai upaya mencegah terjadinya cut off atau penghentian pengerjaan dua proyek pembangunan jembatan di wilayah Grand Depok City (GDC).

Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan salah satu upaya yang dilakukan yaitumenerapkan penambahan jumlah pekerja dan waktu operasional kerja.

“Karena ini proyek besar dan jalan merupakan jalan utama yang banyak dilalui masyarakat, maka sudah kami antisipasi dari jauh-jauh hari. Jika dibutuhkan, kami akan tambah personel dan jam kerja hingga 24 jam. Jadi per shift,” ujarnhya di Balai Kota, Jumat (11/09/20).

Dadan menjelaskan, dua jembatan tersebut masing-masing terletak di depan Perumahan Viscani dengan nilai anggaran Rp 4,7 miliar dan memiliki ukuran lebar 9 meter dan panjang 34 meter.

Kemudian, di depan Jalan Mandor Samin dengan nilai anggaran sebesar Rp 6,5 miliar. Sementara ukuran jembatannya yaitu lebar 14 meter dan panjang 43 meter.

“Untuk Jembatan Viscani saat ini dikerjakan oleh 15 orang. Sedangkan Jembatan di depan Jalan Mandor Samin dikerjakan 20 orang. Sejauh ini masih bisa dihandle,” terangnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Depok ini juga berharap, proyek pembuatan jembatan ini bisa selesai tepat waktu. Atau 120 hari kalender sesuai kesepakatan.

“Semua pekerjaan yang sedang berlangsung terus kita awasi dan monitoring. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu,” tutupnya.