DepokNews– Akibat angin puting beliung dan hujan yang mengguyur Kota Depok Selasa (25/2/2020) dini hari mengakibatkan puluhan rumah dan sekolah rusak akibat angin puting beliung dan bencana longsor.

Kabid penangangan bencana Damkar Kota Depok Denny Ramulo mengatakan warga yang menjadi korban akibat terjangan puting beliung tersebut terbagi di dua lokasi, diantaranya di RT 02/03 ada 7 dan satu sekolah, sementara di RT 03/03 ada 8 rumah.

“Jadi totalnya ada 14 rumah dan 1 Sekolah SMP yang atapnya rusak parah akibat diterjang angin,”ujarnya saat dikonfirmasi. Selasa (25/2/2020).

Sementara 15 KK yang terdiri dari 49 orang ini, untuk sementara ada yang menumpang di rumah tetangga. Sedangkan beberapa warga terdampak lainnya memilih bertahan di rumah mereka.

“Kalau rumah yang rusaknya parah, mereka mengungsi ke tetangga atau ke tempat saudara dekat mereka. Rata-rata saudara sih warga disini,” ujarnya.

Denny menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi kepada Camat Tapos dan Dinas Sosial Kota Depok untuk melakukan assesment kebutuhan warga terdampak.

“Jadi yang terdampak itu total 16 KK, 49 jiwa di RT02, RT03/RW03 Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos akibat puting beliung,” tandasnya

Sementara bencana longsor terjadi diantaranya 2 titik di RW 03 dan RW 05 Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos dan 1 titik di RT 4 RW 5 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung.

“Mayoritas bangunan rumah warga yang diterjang angin puting beliung mengalami kerusakan di bagian atap. Sementara, longsor mengakibatkan lantai rumah warga mengalami retak,”ujar Denny

Berdasarkan informasi yang dihimpun longsor juga terjadi disekitar SDN Mekarjaya 30, Kecamatan Sukmajaya dimana tanah disekitar sekolah mengalami longsor.

Meski demikian Denny mengatakan dalam musibah tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun warga yang terdampak bencana mengalami kerugian secara materi.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sampai saat ini petugas gabungan masih terus melakukan penanganan,” ujarnya.