Ingin Jalani Tes Keimigrasian, Rizky Malah Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Posted on

DepokNews- Jasad Muhammad Rizky yang tewas tertimpa pohon pada Selasa sore kemarin telah dibawa ke kampung halamannya di Komplek Balitan IV Blok A no 18 Rt43/01 Kel. Lok Taba Utara Kec. Banjar Batu Utara, Kalimantan. Jasadnya dibawa dari Depok sekitar pukul 05.00 WIB. Rizky sempat disolatkan di Masjid Polresta Depok karena dia masih kerabat Wakil Kapolresta Depok AKBP Faizal Ramadhani.

Rizky baru sepekan tiba di Depok lalu. Kedatangannya adalah untuk menjalani tes sekolah keimigrasian. Dia tinggal di sebuah apartemen di kawasan Kalibata Jakarta Selatan. Pada Selasa siang kemarin, Rizky memang baru saja sowan ke rumah kakak sepupunya itu.

“Karena dia akan tes keimigrasian keesokannya (Rabu) jadi dia sowan ke Pak Waka,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus.

Setelah sowan, Rizky pun pulang ke apartemennya. Dia diantar menggunakan Honda Jazz merah D 1618 AAU yang dikendarai Bripda Dani dan ditemani Hussin. Naas di tengah perjalanan mobil mereka tertimpa pohon tumbang di lingkar Universitas Indonesia (UI) sebelum fly over. Saat itu mobilnya dalam kondisi pelan karena jalanan merayap.

“Karena dibawah terowongan banyak yang berteduh jad mobil dalam kecepatan rendah,” tukasnya.

Selain mobil yang ditumpangi korban, ada juga satu mobil lain yang tertimpa di bagian belakang. Karena tidak ada korban, mobil di depannya pun langsung jalan. Sedangkan mobil korban tidak bisa berjalan karena rusak parah. Rizky meninggal karena luka patah di tulang leher.

“Dani luka ringan dan sudah boleh pulang. Hussin patah tulang paha dan menjalani operasi bedah di RS Zahirah,” tukasnya.

Rizky dimakamkan di Kalimantan karena rumah keluarga besarnya ada disana. Di Depok sendiri hanya kerabat dekat Wakapolres saja yang datang ke rumah dinas untuk mengucapkan bela sungkawa.

Di lokasi kejadian sudah dua kali terjadi pohon tumbang. Jaraknya pun sangat berdekatan. Beberapa bulan lalu, pasangan suami istri yang mengendarai motor juga tewas karena tertimpa pohon berdiameter 1,5 itu. Mereka adalah Miftah Abdillah (24) dan Rustiana Imala (24) yang tewas tertimpa pada Minggu (2/2). Pasangan suami istri itu meningggalkan seorang balita.(mia)