DepokNews–Remaja Kelurahan Ratujaya Kecamatan Cipayung Depok yang tergabung dalam organisasi Forum Bina Ukhuwah (FORBIK) bekerjasama dengan Rumah Zakat, Zakat Sukses dan Takaful menggelar acara santunan untuk anak yatim dan dhuafa yang dipadu dengan buka puasa bersama. Kegiatan tersebut berlangsung di SDIT AL Fatih Kelurahan Ratujaya, Ahad (3/5/2018).

Sekretaris FORBIK yang juga sebagai Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kelurahan Ratujaya, Nuri Nawan menjelaskan, kegiatan santunan tersebut merupakan agenda rutin FORBIK setiap bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan santunan ini sudah berjalan sejak beberapa tahun yang lalu, dengan lokasi yang berbeda-beda, tahun kemarin di RW.01 Rawageni dan saat ini di RW.02 Rawageni. Alhamdulillah kegiatan kami mendapat dukungan dari rekan-rekan di Ratujaya dan dukungan dari Rumah Zakat dan Zakat Sukses. Semoga tahun-tahun selanjutnya kami terus bisa melakukan kegiatan sosial dan lebih besar lagi, supaya lebih banyak masyarakat yang bisa kami bantu karena berbagi itu indah,” kata Nuri Nawan.

Sedangkan Ketua RW.02 Rawageni, Tedi Sutajaya mengucapak terima kasih karena anak yatim dan duafa dilingkungan RW.02 mendapat bantuan dari FORBIK.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih. Santunan ini sangat berarti bagi anak-anak yatim kami dan juga saudara kita yang dhuafa, terlebih sebentar lagi akan menghadapi hari raya Idul Fitri,” kata Tedi Sutajaya.

Hal senada juga dikatakan, Ketua RT.02 RW.02 Rawageni, Ismail yang mengatakan, semangat remaja Ratujaya yang tergabung dalam FORBIK sesuai namanya, menjalin ukhuwah.
“Kegiatan pemberian santunan seperti ini manfaatnya sangat dirasakan dan akan mempererat tali ukhuwah diantara kita, saya ucapkan terima kasih,” kata Ismail.

Pada acara ini juga diisi ceramah agama yang disampaikan Ustad Raskono dari Permata Regency Ratujaya. Dalam ceramahnya Ustad Raskono menjelaskan kisah Nabi Yunus dalam berdakwah hingga tertelan ikan Hiu seperti yang tertulis dalam Alquran surat Al-Anbiya.

“Dari kisah Nabi Yunus AS, yang meninggalkan umatnya karena umatnya susah didakwahi, namun Nabi Yunus justru meninggalkan umatnya dan akhirnya harus tercebur kelaut dan ditelan ikan Hiu, namun setelah Nabi Yunus memuji Allah dan bertobat akhirnya Allah SWT selamatkan dan kembali kepada kaumnya, dan ternyata sekembalinya Nabi Yunus kepada kaumnya, kaumnya tersebut justru sudah beriman,” jekas Ustad Raskono.

Menurut Ustad Raskono dari kisah tersebut bisa diambil hikmah, dakwah atau mengajak kepada kebaikan harus punya rasa sabar dan terus berdoa.
“Sabar dan doa itu modal dakwah karena mengajak kepada kebaikan itu punya tiga ciri, jalannya panjang, cobaannya banyak dan pengikutnya sedikit” tambah Ustad Raskono.

Acara santunan ini ditutup dengan doa dan buka puasa bersama. Disamping ada menu utama nasi bok dari Rumah Zakat, jug ada donatur yang menyumbang kebab dan bubur jagung, dan beberapa menu lainnya, sehingga buka puasa bersama ini begitu semarak.