DepokNews – Belasan orang dugaan korban Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Non Prosedular atau Non Imigran Prosedur diamankan Anggota Imigrasi Kelas 2 Depok.

Kepala Imigrasi Depok R. Agung Wibowo mengatakan hasil temuan anggota Timpora di lapangan belasan orang tersebut akan mengajukan paspor di Imigrasi Depok untuk digunakan menjadi tenaga kerja di luar negeri.

“Indikasi yang kita curigai anggota berhasil menemukan sebanyak 18 orang rata-rata wanita usia sekitar 30 tahun berangkat ke Timur Tengah dan Malaysia tidak mempunyai persyaratan yang semestinya untuk menjadi TKI kerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT),”ujarnya

Dari hasil penyelidikan sementara, Agung menyebutkan 18 orang ini merupakan korban TKI Non Prosedular yang mengajukan paspor di Imigrasi Depok.

Sementara itu para korban ini lanjut Agung ada yang membantu dalam pembuatan paspor di Imigrasi untuk keberangkatan paling banyak tujuan Timur Tengah dan Malaysia.

“Sampai saat ini diduga kuat pelaku yang bagian dari dalam sindikat TKI Non Prosedular ini masih dalam penyelidikan anggota Imigrasi.Para korban telah dimintai keterangan di kantor Imigrasi Depok. Dengan demikian ada temuan kasus,”ujarnya.

Sebagai Kepala Imigrasi Depok yaitu Dirjen Imigrasi akan berupaya mencegah pelaku perdagangan Orang yaitu berupa penyalahgunaan dokumen imigrasi.

“Kita menghimbau bagi pemohon pembuat Paspor atau pekerja imigran dapat sesuai prosedur yang benar, jika ingin berangkat ke luar negeri,”katanya.

Untuk pembuatan Paspor yang betul, Agung menyebutkan pemohon atau masyarakat agar menyediakan beberapa kelengkapan administratif seperti KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Akte Nikah, atau Ijasah,”

“Mempermudah pemohon dalam pembuatan paspor kita Imigrasi Depok telah membuka pendaftaran online sehingga lebih cepat dan aman,”tuturnya.