Imam Budi Hartono, (IBH)

DepokNews-Sudah hampir dua tahun pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi 1 sepanjang 11,45 km jalan ditempat akibat terhambat oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang belum juga mengijinkan lahannya digunakan untuk pembangunan ruas tol tersebut yang luasnya lebih kurang 20 hektar yang akan digunakan jalan tol sepanjang 6 km.

Hal tersebut dijelaskan oleh anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono, sehingga ia berharap Departemen Dalam Negeri (Depdagri) mau membantu proses pembebasan lahan IPDN tersebut demi kelancaran pembangunan jalan Tol Cisumdawu.

“Untuk itu saya memohon Depdagri supaya membantu kebutuhan lahan tol yang menggunakan lahan IPDN ini,” pinta Imam Budi Hartono

Dijelaskan Imam Budi Hartono, sudah dua tahun juga infrastruktur yang sudah selesai diseksi 2 sepanjang 6 km tidak bisa digunakan akibat seksi 1 nya baru 37 % pembebasan lahannya, kontruksi masih 0

“Kalau seksi 1 tidak selesai-selesai pembebasan lahannya maka seksi 3,4,5 dan 6 sepanjang 33 km lagi jangan harap akan selesai karena jika diselesaikan akan mubazir atau tidak bisa dipakai. sangat memprihatinkan,” tegas Imam Budi Hartono.

Seperti diketahui tol Cisumdawu ini dibangun untuk kebutuhan jalan yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten sekitarnya untuk mengkases Bandara Kertajati, ini akan berdampak banyak terhadap kemajuan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.