DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A mengajak para kader PKS pelaku usaha UMKM agar lebih giat dalam berdagang. Dalam kegiatan Kunjungan Dapil (Kundapil) yang digelar di Aula DPC PKS Kecamatan Beji pada Ahad (27/9) Nur Azizah menegaskan bahwa berdagang sejatinya harus dilakukan oleh umat Islam, karena itu merupakan sunnah Rasulullah SAW. “Sembilan dari 10 pintu rezeki ada dalam perdagangan” Terang Nur Azizah.

Dalam kegiatan silaturahim ini di hadiri oleh 24 Kader PKS pelaku UMKM yang berasal dari Kecamatan Beji, Limo dan Cinere dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Arto selaku perwakilan dari DPC PKS Beji mengatakan bahwa Kader PKS di Beji terdiri dari 500 Kepala Keluarga dengan pengeluaran konsumsi setiap bulannya mencapai 250 hingga 500 juta rupiah. “Hal ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan para kader pelaku UMKM di Beji. Harapan kami para kader mampu lebih berinovasi lagi, tidak hanya sekedar menjadi konsumen tapi juga mampu menjadi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan pasar”, jelas Arto.

Arto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Nur Azizah karena pada kesempatan Kundapil kali ini memperhatikan kelompok UMKM. “Terimakasih kepada Ibu Nur sudah berkenan berkunjung kepada kader pelaku UMKM, banyak sekali kader-kader pelaku UMKM yang antusias ingin bersilaturahim dengan ibu Nur, tapi karena kondisi pandemi Covid-19 kami selaku LO DPC harus membatasi kehadiran, harapan kami, silaturahim ini tidak berakhir di hari ini saja, tapi akan terus berkelanjutan”, terang Arto.

Nur Azizah bersyukur karena semakin banyaknya kader-kader PKS yang menggeluti dunia kewirausahaan. Menjadi seorang pengusaha muslim tidak hanya berorientasi pada keuntungan tapi sejauh mana dia mampu menjadi produsen yang dapat memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya. “Menjadi pengusaha artinya mengikuti jejak Rasulullah, semua kader PKS harus jadi pengusaha yang jujur, amanah dan berdampak positif bagi lingkungannya”, tutur Nur Azizah.

Jayadi dari Kecamatan Limo, salah satu pelaku bisnis Laundry Syariah, mengaku melalui bisnisnya ia berusaha memberikan nafas yang berbeda. “Kami berusaha menghadirkan kebutuhan umat Islam yang membutuhkan jasa laundry yang tidak sekedar membersihkan, tapi juga dapat mensucikan pakaiannya. Bedanya dengan Laundry konvensional, kita ada fase membilas untuk membersihkan najis-najis sebelum masuk tahap pencucian”, jelas Jayadi.

Selain itu, Izza Mutia dari Kecamatan Beji salah satu pengusaha binis catering rumahan, yang sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Mutia yang merupakan sarjana lulusan Ilmu Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), mengaku memulai bisnis karena keresahan “Saya melihat banyak catering-catering rumahan yang kurang memperhatikan nilai kecukupan gizi dari menu makanan yang mereka produksi. Makanan yang masuk kedalam tubuh kita tidak hanya sekedar enak tapi juga harus bergizi dan menyehatkan”, jelas Mutia. Sebelum memulai bisnisnya Mutia secara khusus mengambil kelas memasak makanan sehat selama delapan bulan bersama seorang Chef.

Nur Azizah mengapresiasi kader-kader PKS pelaku UMKM dan berharap akan semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positif dari keberadaan kader-kader PKS di lingkungannya. Kader-kader PKS tidak hanya mampu berwirausaha, tapi juga mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat.