DepokNews –Permainan atau olahraga tradisional sudah ada dan berkembang di masyarakat sejak dahulu kala. Namun kini, tidak banyak anak-anak yang mengenal atau memainkannya. Hal ini antara lain karena banyaknya permainan yang bernuansa teknologi yang lebih menjadi pilihan bagi anak-anak masa kini.

Padahal di Provinsi Jawa Barat dikenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki beragam permainan atau olahraga tradisional seperti Galasin, Dagongan, Egrang dan lain sebagainya. Kini olahraga tersebut semakin hilang tergerus perkembangan jaman dan permainan yang lebih modern seperti playstasion dan permainan bernuansa teknologi lainnya.

Maka dari itu, dalam rangka memelihara serta melestarikan olahraga tradisional, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok menggelar Pekan Olahraga Tradisional yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 8-9 Mei 2018 bertempat di Lapangan Balaikota Depok.

Acara yang mengusung tema “Tinggalkan Gadgetmu, Mari Kita Bermain Diluar Bersama Teman-Teman” ini diikuti oleh 550 pelajar putra-putri perwakilan dari 11 kecamatan se-Kota Depok. Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Sri Rejeki mengatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan daya kreatifitas anak, melatih anak untuk bersikap positif dan melatih kemampuan motorik anak. “Selain itu juga melalui olahraga tradisional ini dapat melatih dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi serta mengembangkan kecerdasan emosi pada anak,” terangnya.

Senada, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan kegiatan ini selain untuk mengenang kembali permainan atau olahraga tradisional yang dulu pernah dimainkan oleh para orang tua kita, juga punya nilai positif yakni meningkatkan kecerdasan sosial anak. “Anak-anak kita tidak saja dituntut mempunyai kecerdasan akademis tapi juga kecerdasan sosial dalam bermasyarakat. Melalui ajang ini, membantu anak-anak untuk meningkatkan kecerdasan sosial mereka,” kata Wali Kota ditemui usai membuka acara, di Lapangan Balaikota Depok, Selasa (08/05/2018).

Diilustrasikan oleh Wali Kota, seorang Warga Negara Indonesia yang lulusan Amerika ketika kembali ke tanah air bertemu dengan temannya yang tidak mempunyai prestasi akademik yang tinggi tapi menjadi pemimpin di lingkungannya. “Hal ini karena apa, karena dia memiliki kecerdasan sosial yang lebih tinggi dibanding temannya yang lulusan luar negeri yang hanya mempunyai prestasi akademik,” terangnya. Contoh lain, ketika sebelum membuka acara dirinya sempat berbincang-bincang kepada salah satu peserta dan menanyakan di mana ia tinggal, di kelurahan dan kecamatan apa, anak tersebut tidak mengetahuinya. Menurutnya ini juga menjadi pekerjaan bagi para guru di sekolah untuk mengembangkan kecerdasan sosial tidak hanya kecerdasan akademis semata.