DepokNews- Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono sadar betul bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengusaha perempuan dapat membantu meningkatkan perekonomian.

Sehingga, kandidat yang diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) ini memiliki sejumlah program untuk pelaku UMKM dan mencetak 1.000 pengusaha perempuan jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada Depok 2020.

Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono menjelaskan, saat kriris moneter 1998, salah satu sektor yang mampu bertahan dari badai krisis adalah UMKM.

“Saya percaya bahwa UMKM merupakan sektor yang berhasil bertahan menghadapi ganasnya pandemi Covid-19, terlebih dengan kondisi Indonesia dalam kuartal ketiganya yang mulai memasuki status resesi,” kata Imam.

Dari sektor UMKM tersebut, sambung Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat ini, perekonomian akan terus menggeliat untuk mensejahterakan, baik keluarga pelaku UMKM maupun Kota Depok.

Bahkan, Pemprov Jabar sendiri dalam penanganan Covid-19 turut memberdayakan UMKM agar mereka dapat terus produktif di tengah pandemi, seperti memesan masker dari pelaku UMKM dan Alat Pelindung Diri (APD) lainnya.

“Jadi hemat saya, tidak perlu cemas dan khawatir. Karena para pegiat UMKM merupakan para pahlawan yang sedang mencoba mengenal tantangan zaman demi generasi penerus bangsa,” tegas Alumni Universitas Indonesia (UI) ini.

Imam yang juga Wakil Ketua Karang Taruna (Katar) Jabar ini pun menjelaskan, pada Pilkada Depok 2020. Pasangan Idris-Imam ingin mewujudkan visi Depok Maju, Berbudaya dan Sejahtera.

Selain itu, Paslon Nomor Urut 2 ini menelurkan 10 Janji Kampanye, yakni dana Rp5 miliar per kelurahan, 5.000 pengusaha/startup baru dan 1.000 perempuan pengusaha.

Kemudian, meningkatkan insentif honorer dan guru swasta, alun-alun dan taman hutan kota di wilayah barat, meningkatkan insentif pembimbing rohani, meningkatkan insentif RT, RW, LPM, pusat olahraga dan UMKM, wifi gratis, sekolah/madrasah negeri per kecamatan dan Posyandu/Posbindu di tiap RW.

“Mari, bersama Idris Imam kita ciptakan 1000 perempuan pengusaha guna meningkatkan kesejahteraan kaum ibu dan keluarga. Insya Allah, akan kami berikan pelatihan, bantuan modal, dan pembinaan rutin dari para pementor yang sudah ahli dibidangnya. Terakhir, jangan lupa coblos sarung merahnya ya bu, nomor urut dua, lanjutkan,” tutup Imam.(mia)