DepokNews- Imam Budi Hartono mengatakan kesejahteraan, dan kenyamanan masyarakat di Kota Depok akan sulit diwujudkan jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hanya 3,5 Triliun.

Hal itu disampaikan Imam dalam diskusi yang digelar oleh Kumpulan Alumni HMI ( Kalam HMI) dengan tema “Quo Vadis Politik Anggaran Pemerintah Kota Depok” di JPW Kafe & Showroom, Ruko Verbena D-16, Jl. Boulevard Grand Depok City, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Depok.

“Kalau terkait dengan masalah kesejahteraan, kenyamanan dan lain sebagainya, menurut saya memang dengan kondisi APBD kota Depok yang kecil, saya katakan kecil ya karena jumlah wilayah dengan jumlah penduduk kota Depok tidak berimbang dengan jumlah APBD,” kata Imam.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa IBH itu menilai, karena jumlah penduduk kota banyak, masalah banyak, anggaran dengan 3,5 triliun tidak memungkinkan Depok keluar dari masalah.

“Nah, karena penduduknya banyak, masalahnya banyak, anggaran dengan 3,5 triliun yang sekarang, yang sebelumnya mungkin lebih kecil, saya melihat memang gak memungkinkan secepatnya Depok keluar dari masalah. Maka yang saya pikirkan adalah bagaimana cara mencari jalan keluar APBD yang kecil ini, ini yang menurut saya belum dimaksimalkan oleh Pemkot Depok,” katanya.

IBH menegaskan, Kota Depok akan maju dan berkembang jika pembangunan dan sosial kemasyarakatan tidak hanya berpatokan pada APBD.

“Kalau tidak dimanfaatkan dari yang lain, maka Depok akan menjadi sulit cepat maju berkembang, harus ada partisitif selain dari APBD,”katanya.

Lebih lanjut IBH menjelaskan, Pemkot harus segera mencari sumber dana lain, seperti Zakat, Corporate Social Responsibility (CSR).

“Selanjutnya UMKM nya harus bagus, dan BUMD di Kota Depok harus diperbanyak bukan hanya PDAM. saya punya satu BUMD yang akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat, nanti kalau saya jadi maju saya kash tau,” pungkasnya.