Imam Budi Hartono bersama Pradi Supriatna

DepokNews–Sosok Imam Budi Hartono atau IBH dan Pradi Supriatna tercetus dihadapan Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail untuk dipasangkan di Pilkada Depok 2020 mendatang.

Hal itu tercetus pada kegiatan Halal Bi Halal di rumah kediaman Imam Budi Hartono di GDC Depok, Minggu (16/6.2019).

Imam Budi Hartono mengatakan bahwa dirinya siap pimpin Kota Depok berpasangan dengan Pradi Supriatna.

“Saya jadi walikota, Bang Pradi jadi wakilnya. Atau sebaliknya, buat saya tidak masalah” katanya.

Dia menuturkan bahwa sesuai komitmen dirinya berharap pasangan Idris-Pradi tetap berlanjut lima tahun lagi.

Mengingat sudah terbukti Kota Depok berkembang sangat pesat dengan kedua pemimpin ini.

“Untuk Partai Gerindra dan Partai PKS, dari dulu selalu bergandeng tangan dan harmonis dalam berkoalisi dari mulai Pilpres dan Pilkada di daerah sampai sekarang,“tuturnya.

Dilokasi yang sama, Pradi Supriatna mengatakan bahwa hadirnya dalam acara halal bihalal terlepas dari pembicaraan soal Pilkada Kota Depok.

“Dalam acara ini tidak membahas masalah pencalonan untuk pemilihan daerah (Pilkada) Kota Depok. Ini berjalan sesuai air mengalir serta sesuai mekanisme yang ada di DPP Pusat,”katanya.

Dia mengatakan kalau DPP menghendaki dirinya untuk mempimpin Kota Depok bersama IBH, dirinya siap.

“Tapi untuk sekarang saya belum bisa mengucapkan karena harus ada survey kepada masyarakat Depok serta tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Depok”katanya.

Saat ini masih konsen dengan kepemimpinan bersama Pak Kiai Mohammad Idris untuk menjalankan roda pembangunan Kota Depok dalam masa kerja,” jelasnya.

“Sekarang yang saya pikirkan Kota Depok harus maju dan masyarakat Depok aman, nyaman, dan religius,”katanya.

Sekum DPD PKS Depok T. M. Yusufsyah Putra kepada wartawan saat ditemui kegiatan Halal bi Halal Imam Budi Hartono mengatakan PKS Kota Depok akan menggelar pemilihan raya (Pemira) calon Wali Kota Depok pada 7 Juli 2019 mendatang.

“Kita adakan penjarigan yang biasa disebut Pemira untuk menentukan calon wali kota dari PKS. Tentunya dari para kader internal partai politik ,” katanya.