Imam Budi Hartono (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews- Bakal calon Wali Kota Depok yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Imam Budi Hartono buka suara soal koalisi partai pada Pilkada 2020 mendatang.

Menurut IBH, sapaannya, PKS membuka peluang kepada seluruh partai untuk bergabung (berkoalisi) demi kemajuan Kota Depok. Salah satunya dengan Nasional Demokrat (Nasdem).

IBH mengatakan, Partai Nasdem memang tidak terlalu besar di Depok, tapi untuk skalanya di Nasional sangat besar. 

“Saya melihat partai tersebut kedepannya mampu menggerakkan mesin politiknya dan meraih kemenangan di Kota Depok,” kata IBH, Minggu (6/10/2018)

Diyakininya, kedepan koalisi PKS dan Nasdem kemungkinan besar akan terjadi. Namun, IBH menegaskan bukan berarti pihaknya akan berhenti disitu saja. Berdasarkan persetujuan dari DPW PKS tidak ada masalah berkoalisi dengan partai manapun.

“Tidak ada perbedaan ideologi dengan partai manapun. Semuanya sama, berlandaskan Pancasila. Berbicara perbedaan memang ada, tetapi persamaannya lebih banyak,” tegasnya.

IBH juga tidak menampik, telah menjalin komunikasi bersama sejumlah tokoh politik salah satunya dengan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna beberapa waktu lalu di Kota Bandung. Namun, sayang ada perbedaan keinginan antara keduanya.

“Jadi waktu itu Pak Pradi membahas soal masalah Pilkada 2020 dan menyatakan keinginannya menjadi D1 (Wali Kota) sedangkan saya juga punya niat sama. Jadi belum ada titik temu, kemudian sudah bertemu juga dengan H Acep dan insyaalah nanti kita lakukan pertemuan dengan Pak Farabi (Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok,” terangnya.

Sementara itu, IBH juga menyatakan ada sisi kebanggaan ketika dirinya mampu menduduki jabatan sebagai Wali Kota Depok. Terutama dari segi kemanfaatan, bagi masyarakat. 

“Ketika saya di DPRD Provinsi Jabar, saya hanya menjadi bagian dari 120 orang anggota Dewan, atau seperduabelas dari Dapil Depok. Sedangkan ketika nantinya diamanahkan menjadi Kepala Daerah maka saya utuh menjadi bagian dari Depok,” jelasnya.

Dirinya berharap, kedepan pemangku jabatan Wali Kota di wilayah berjuluk seribu belimbing ini ada di genggaman PKS. Meskipun, keputusan politik mungkin bisa berubah (sesuai arahan pusat).

“Disini, saya akan tunjukkan bahwa saya dicalonkan sebagai Wali Kota bukan bacalon Wakil Wali Kota. Intinya, saya siap bertarung dengan siapapun dan siap juga apabila suatu saat tidak dicalonkan,” tutup IBH.(mia)