Pilgub Jabar (Istimewa)

DepokNews–Anggota DPRD Jawa Barat Imam Budi Hartono (IBH) mengatakan, hasil hitung cepat atau quick count Pilgub Jawa Barat dari sejumlah lembaga survei belum bisa dijadikan dasar untuk menentukan pemenang.

Imam Budi Hartono meminta semua pihak bersabar menunggu hasil hitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat. Ia meminta seluruh kader partai pendukung untuk terus mengawal hasil perolehan suara hingga perhitungan manual yang dilakukan KPUD dinyatakan selesai dan hasilnya secara resmi diumumkan.

 

Menurut Imam Budi Hartono, lembaga survey terjadi beberapa kesalahan dalam pilgub Jabar, antara lain :
1. Dari data elektabilitas yang di keluarkan jauh sekali dari hasil real count hari ini. “Kita bayangkan Asyik dibilang 7% atau paling besar 12% ternyata 30%, Rindu dan 2DM di 40%an jauh sekali hanya di 30%an, mereka harusnya bisa mempertanggung jawabkan metoda ilmiah yang dikatakan hasil elektabilitas tak akan jauh dari hasil pilkada,” jelas Imam Budi Hartono.

2. Tentang real count Klaim margin of error 1% adalah klaim pengalaman survey. “Kalo kita hitung secara metologi dengan jumlah TPS Jabar 74.954 dan sampel 400 TPS margin off error nya adalah 5%. Saya lihat dari hasil real count di Kota Depok yang kami dapat Asyik perolehan suaranya luar biasa diatas 51% untuk kecamatan Sawangan. 10 Kecamatan lainnya di Kota Depok sepertinya tak akan jauh dari Kecamatan Sawangan. Saya masih yakin pasangan Asyik menjadi pemenang di Pilgub Jabar insya Allah, kita akan kawal semua perhitungan se Jabar agar tidak ada kecurangan,” tambah Imam Budi Hartono.

Terakhir saya ucapkan terima kasih kpd semua pihak yang telah mensukseskan pilkada ini berlangsung dengan baik dan aman, khusus pendukung Asyik terima kasih atas segala perjuangannya kita tunggu hasil resmi tim Asyik dan KPU Jabar