DepokNews–Depok akan terkena musibah. Bagi warga sekitar Cipayung mungkin menjadi pemandangan biasa truk sampah lalu lalang di daerahnya plus bau sampah yang semerbak setiap saat tanpa kenal waktu, terutama jika hujan. Musibah lainnya adalah TPA Cipayung sudah over kapasitas tingginya saja sudah mencapai 20 – 30 m sewaktu-waktu akan menjadi longsor. Idealnya ketinggian maksimum 7 – 10 m.

Hal tersebut Dikatakan Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Imam Budi Hatono atau yang akrab disapa IBH, Selasa (13/8/2019).

“Warga Depok membuang sampah 1000 – 1300 ton perhari ke TPA Cipayung. Sampai sekarang masih saja buang sampah kesana. Pemda Depok baru bisa melakukan pengurangan 20% melalui kegiatan pemilahan sampah oleh teman-teman di Bank Sampah. Seharusnya Pemda Depok membantu komunitas bank sampah untuk mendapat bantuan APBD, supaya bekerja maksimal untuk menggerakkan warga untuk memilah sampah. Termasuk mengeluarkan kebijakan memilah sampah bahkan jika diperlukan perda memilah sampah,” jelas IBH.

Luna ya Lulut – Nambo TPA Regional menang rencananya akan menampung sampah Kota Depok, sekain 3 wilayah lainnya yaitu Kab. Bogor, Kota Bogor, dan Tangsel. Luna bisa mempunyai kapasitas menampung sampah 1800 ton perhari. Dan Depok hanya bisa membuang sampah maksimal 600 ton perhari yg berarti Depok masih bermasalah 500 ton yang masih tetap harus dibuang ke TPA Cipayung. Sekali lagi Pemda Depok harus melakukan pemberdayaan masyarakat Depok untuk memilah sampah dengan target 50% terpilah bahkan hingga Depok zero sampah. Bank sampah sudah terbukti bisa mengurangi 20% sampah.

TPA Luna juga berbayar Rp 125 rb per ton. Kalau Depok membuang sampah 600 ton per hari maka setahun Depok akan mengeluarkan dana sebesar Rp 125 rb x 600 ton/hari x 365 hari se tahun maka akan keluar dana sebesar Rp 27,375 M lumayan besar. Ini baru untuk membayar retribusi sampah, belum operasianal lainnya seperti bbm, dll. Tahun 2019 ini katanya Pemda Depok sudah menyiapkan 10 M untuk bisa membuang sampah ke Luna. Kenapa tidak anggaran tsb digunakan untuk memilah sampah.

TPA Luna seluas 55 hektar digadang-gadang oleh Gubernur Jawa Barat akan menjadi TPA terbaik karena akan memanfaatkan sampah menjadi sumber energi. Teknologi Waste to Energy menggunakan teknologi pemilahan dari Korea dan teknologi bio drying dari Jerman dengan metoda MBT (Mechanical Biological Treatment) yang akan menghasilkan Refuse Derived Fuel (DRF) atau bahan bakar. Bahan bakar ini akan dimanfaatkan oleh PT. Indocemen sebagai bahan bakar pengganti batu bara. Wah keren. Semoga berjalan sesuai perencanaan.

“Harapan kita sebagai warga Depok semoga Kota Depok bisa segera membuang sampah ke TPA Luna. Kalau tidak siap-siap akan ada musibah yang akan menimpa kita,” pungkas IBH.