DepokNews–Menyambut hari jadi ke 20 Kota Depok, Komandan Kodim (Dandim) Depok Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar meluncurkan buku berjudul ” Margonda, Pahlawan Tanpa Pusara”

Eko Syah Putra Siregar kepada wartawan mengatakan buku ini, merupakan sumbangsih Dandim 0508/Depok untuk warga Depok khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Dandim menjelaskan buku ” Margonda” berisi tentang profil seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, khususnya di Kota Depok dan nama Margonda diabadikan pada salah satu jalan utama di Kota Depok.

Tidak semua masyarakat Depok mengetahui profil tokoh Margonda yang menjadi icon Kota Depok. Karena itu, kami persembahkan buku Margonda untuk masyarakat Depok.

“Peluncuran buku Margonda bertujuan mengingatkan kita bersama, untuk selalu mengenang jasa para pahlawan. Karena seperti yang pernah Bung Karno katakan”katanya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pejuangnya.

Semoga buku ini bermanfaat buat warga Depok, dan generasi penerusnya.

Margonda lahir dan besar di Bogor, ia dan keluarganya tinggal di Jalan Ardio Bogor.

Waktu masih sekolah, Margonda terkenal sebagai atlet berprestasi.

Nama aslinya adalah Margana.

Dia menikah dengan keponakan M. S. Mintaredja yang pernah menjadi menteri Sosial dalam kabinet Presiden Suharto sekaligus ketua umumPartai Persatuan Pembangunan.

Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor.

Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama tahun 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda.

Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret 1942Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang.