Hujan Lebat di Depok, Warga Cimanggis Berteman Dengan Banjir

Posted on

DepokNews- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Depok dan sekitarnya mengakibatkan beberapa daerah yang kerap menjadi langganan banjir pun kembali tergenang. Hujan disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan akibat angin kencang, seng rumah milik warga Cimanggis, Siti Soburoh bertebangan.

“Anginnya kenceng banget. Kejadian nya cepet, rumah saya memang masih banyak pohon. Seng atap rumah yang saya taruh di belakang, sempat jatuh,” ujar Siti, Rabu (1/3/2017).

Beruntung rumah milik warga RT 003 RW 007 Kelurahan Tugu Kecamatan  Cimanggis tersebut tidak mengalami kerusakan yang parah.

“Alhamdulillah, hanya seng aja tadi jatuh karena anginnya kenceng,” ucapnya.

Sementara itu, Arum salah satu warga Perumahan Bukit Cengkeh, Cimanggis mengatakan akibat hujan yang cukup lebat, kediamannya kembali tergenang.

“Ya begini setiap kali hujan lebat, satu hingga dua jam langsung banjir,” katanya.

Ia mengaku tinggal di Perumahan Bukit Cengkeh sejak dirinya masih anak-anak.

“Dari zaman saya kecil, sampe sekarang selalu banjir. Pemerintah belum kasih solusi yang tepat atasi banjir,” tuturnya.

Guna menangkal air merendam rumahnya, Arum meninggikan bangunan rumahnya.

“Dulu rumah saya nggak tingkat, sedikit-sedikit lama-lama ditingkatin. Kalau nggak, rumah saya bisa terendam banjir,” jelasnya.

Tak hanya Arum, hampir seluruh tetangganya melakukan hal yang sama.

“Cuma ya saya juga berharap banget, pemerintah cepet tanggap. Kasih solusinya, jangan bertindak pas ada bencana saja. Ini harus dipikirkan jauh hari sebelum musim hujan tiba,” tandasnya.

Belum lama ini yakni Senin (20/2)  hingga Selasa (21/2) banjir juga terjadi di sejumlah titik wilayah Depok. Ketika itu  Perumahan Bukit Cengkeh Cimanggis 1 dan 2 ketinggian airnya setinggi dada orang dewasa.

Salah satu warga Anisa mengatakan wilayahnya memang kerap banjir jika intensitas hujan tinggi. “Dari saya kecil, memang banjir terus kalau hujan semalaman. Saya harap sih bisa berkurang ya genangannya. Setidaknya pemerintah bisa atasi ini. Karena ini terjadi puluhan tahun,” tutupnya.(mia)