Hendrik Tangke Allo (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Pembangunan di sektor non fisik harus lebih ditingkatkan di Kota Depok. Hal ini, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Depok, khususnya yang tidak mampu.

“Pasti saat ini ketika reses, di konstituen masing-masing untuk disampaikan dan diperjuangkan melalui anggota DPRD di Dapil-nya. Jika dahulu fokus pada pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan, drainase dan lainnya. Harapan saya kedepan, bagaimana penanganan RTLH, ternyata banyak sekali RTLH di Depok,” ungkap Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, Sabtu (5/5/2018).

Keluhan masyarakat terkait kesehatan. Karena, masih banyak ditemukan, ketika masyarakat berobat ke rumah sakit,
lagi-lagi ditolak. Maka, dirinya menginginkan agar seluruh anggota DPRD dari seluruh fraksi sepakat menganggarkan pasien kelas 3 di RSUD Kota Depok, cukup menunjukan KTP agar dilayani secara gratis.

“Tanpa ada syarat apapun, harus ditangani dengan baik. Jika ditanya terkait anggaran, APBD Kota Depok memungkinkan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar pria yang akrab disapa HTA ini.

Selanjutnya, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Depok ini, persoalan ijazah siswa yang tidak mampu dan masih ditahan oleh pihak sekolah lantaran belum melunasi tunggakandministrasi di sekolah mereka.

“Saya turun ke masyarakat, banyak sekali keluhan ijazah-ijazah siswa lulusan SMA ini tertahan, khususnya di sekolah swasta, karena mereka tidak punya uang untuk menebus itu,” jelas HTA.

Siswa tersebut terkendala untuk melamar pekerjaan. Sehingga, ia meminta agar hal tersebut diinventarisir agar ijazah yang terkendala seperti ini dapat dibantu oleh pemerintah.

“Mudah-mudahan pak Wali sepakat akan hal ini,” tandasnya.(mia)