Tiga lovebird milik Rio yang sedang dilakukan perjodohan dengan metode koloni. Nantinya akan diketahui lovebird mana yang sering berjejeran atau sering bersama, kemudian akan dipisahkan dalam satu kandang sendiri. Kiri hijau kuning lovebird jenis euwing blue,tengah kuning jenis PB/parblue, kanan orange hijau jenis split biola.

Hobi Mahal Peternak Lovebird

Posted on 25 views

 DepokNews — Nama lovebird mungkin tak asing lagi bagi para pecinta burung. Sejak awal kemunculan nya tahun 2010, burung yang masuk dalam spesies genus Agapornis mampu manarik perhatian para pehobi burung karena keistimewaannya. Meskipun memiliki ukuran yang kecil antara 13-17 cm, lovebird ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
 
Hal tersebut dirasakan Rio(35), lovebird hasil ternakan miliknya pernah ditawar seharga 10 juta dan 8 juta rupiah untuk anakan.”Anakan yang pernah dihasilkan dan dimainkan di arena lomba pernah ada yang nawar 10 juta, periode terakhir warna violet FC umur 3 bulan dibuat lomba sudah ditawar 8 juta di arena lomba, tetapi tidak dijual” katanya,
 
Keputusannya memilih berternak lovebird dikarenakan  lovebird memiliki variasi warnanya yang beragam dan perawatannya pun terbilang lebih mudah.
“Sebelumnya saya memang hobi ternak burung dari mulai kenari, blackthroat. Saat ini memilih ternak lovebird karena perawatannya yang lebih mudah dari jenis burung yang lain dan warna dari burung lovebird banyak variasinya, enak dipandang mata serta nilai jual yang lumayan besar,” ungkapnya , belum lama ini.
 
Lebih lanjut ia mengungkapkan, dirinya berternak lovebird untuk menciptakan warna-warna baru yang sedang trend.
“Ternak lovebird warna sebenarnya lebih ke arah mencetak warna yang sedang trend saat ini misal PB, euwing, biola atau campuran dari ketiga warna tersebut. Untuk harga dari tiap varian warna berbeda misal PB harga standard dimuali dari 3juta hinga 6juta per ekor, euwing tergantung motif ada yang dari 2,5 juta hingga 7juta sedangkan biola masih cukup mahal dikisaran 10 juta untuk per ekornya,” jelasnya.
 
Soal harga, Rio mengaku harga itu relatif, karena sebenarnya dalam hobby tidak memiliki batasan nilai. “Karena hobi merupakan sesuatu yang kita sukai, masing-masing orang punya tujuan tersendiri dalam melihara lovebird,” ujarnya.
 
Sementara untuk pakan, merawat lovebird ternak cenderung lebih mudah tidak seribet lovebird untuk lomba, cukup diberikan biji-bijian dan sayuran (kangkung & jagung) yang disuka serta mengganti air minumnya setiap hari.
 
Keistimewaan lainnya, lovebird juga terkenal sebagai hewan peliharaan rumah yang mudah dijinakan. ” Seperti binatang lain asal konsisten perawatannya dan dimulai merawat dari usia bayi kisaran umur 1 bulanan dan harus sering dipegang agar lulut dengan yang punya. Kuncinya Cuma harus konsisten perawatan tiap harinya agar lovebird bisa jinak,” pungkasnya.
 
Sama halnya dengan Rio, Ahmad(30) yang juga penyuka burung mencoba peruntungan nya melalui lovebird. Awal nya ia hanya memelihara satu ekor untuk memenuhi kecintaan nya terhadap hewanberkaki dua ini. Diakuinya, beberapa bulan terakhir dirinya kemudian mulai mengawinkan lovebird miliknya dengan temannya, karena tergiur dengan harga yang relatif stabil. Dirinya juga merasakan tidak terlalu disulitkan dengan perawatan selama berternak.
“ Karena saya masih terlalu awam dengan lovebird, kesulitan saya sih bedain yang mana jantan dan mana betina. Lovebird kan banyak jenisnya dan nggak semua jenis gampang dibedakan dari bentuk fisiknya,” ungkapnya. (Eva)